Rekomendasi

Harga Saham Emiten Kertas Naik 34% 2 Bulan, Masih Naik atau Pilih Taking Profit?

Jumat, 27 Februari 2026 | 05:35 WIB
Harga Saham Emiten Kertas Naik 34% 2 Bulan, Masih Naik atau Pilih Taking Profit?

ILUSTRASI. 2 Bulan, Harga Saham Emiten Kertas Naik 34%, Masih Naik atau Pilih Taking Profit?


Reporter: Muhammad Alief Andri  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham perusahaan kertas di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini melonjak drastis selama dua bulan pertama tahun 2026. Apakah kenaikan harga saham ini masih berlanjut atau sekarang saatnya taking profit?

Perusahaan kertas tersebut adalah PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP). Pada perdagangan Kamis 26 Februari 2026, harga saham INKP ditutup di level 11.825 turun 175 poin atau 1,46% dibandingkan sehari sebelumnya. Namun sejak awal tahun 2026 atau secara year to date (ytd), harga saham INKP terakumulasi meningkat 3.050 poin atau 34,76%.

Penguatan harga saham INKP sejak awal tahun 2026 dinilai mulai mencerminkan perbaikan fundamental perseroan, seiring kinerja keuangan yang tetap solid dan prospek industri kemasan yang masih positif.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, Saham Migas Ini Bisa Jadi Opsi Investasi

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai capaian laba bersih INKP yang mencapai sekitar Rp 5,4 triliun hingga September 2025 menunjukkan ketahanan bisnis di tengah kondisi makro yang fluktuatif.

Menurut dia, efisiensi operasional serta stabilnya harga jual pulp dan kertas kemasan menjadi penopang utama kinerja. Selain itu, mulai beroperasinya ekspansi pabrik industrial paper diperkirakan memberi tambahan kapasitas signifikan yang berpotensi mendorong pertumbuhan pendapatan secara struktural pada 2026.

“Fundamentalnya masih kuat. Tambahan kapasitas baru bisa menjadi pendorong pertumbuhan tahun ini,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (25/2/2026).

Dari sisi prospek 2026, Wafi melihat segmen kertas kemasan akan menjadi motor utama, sejalan dengan tren global peralihan dari plastik menuju kemasan ramah lingkungan. Permintaan ekspor, terutama dari China dan India, dinilai tetap lebih dominan dibanding pasar domestik.

Ia menambahkan, margin laba berpeluang membaik didorong efisiensi bahan baku serta potensi penurunan suku bunga yang dapat menekan beban bunga perseroan.

Wafi juga menilai lonjakan minat investor terhadap INKP terjadi karena pasar mulai menyadari valuasi saham yang sebelumnya murah, ditambah berakhirnya siklus belanja modal besar perusahaan.

“Kenaikan harga saham saat ini merupakan fase awal rerating berbasis fundamental,” katanya. KISI Sekuritas merekomendasikan buy dengan target harga Rp 12.000 per saham.

Baca Juga: Harga Saham PTRO Bangkit Setelah Anjlok 50% Lebih, Saatnya Beli / Jual?

Didorong Kinerja 2025

Pandangan serupa disampaikan Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand. Ia mencatat INKP membukukan laba bersih US$ 325,92 juta pada periode sembilan bulan 2025, naik 44,14% secara tahunan meskipun pendapatan turun tipis menjadi US$ 2,36 miliar.

Kinerja tersebut terutama ditopang efisiensi beban, sementara posisi permodalan tetap terjaga dengan ekuitas mencapai US$ 6,72 miliar dan liabilitas US$ 5,77 miliar.

Menurut Abida, keberlanjutan kinerja pada 2026 masih terbuka selama kondisi industri pulp global stabil. Pendapatan diperkirakan tumbuh moderat mengikuti siklus harga pulp, dengan peluang perbaikan margin jika permintaan segmen kemasan tetap solid.

 

 

 

 

Ia menilai aksi net buy investor belakangan turut dipicu sentimen rencana penerbitan surat utang jumbo yang dipersepsikan pasar sebagai langkah memperkuat struktur pendanaan sekaligus mendukung ekspansi.

Seiring itu, per Rabu (25/2/2026), saham INKP telah menguat lebih dari 35% secara year to date, yang dinilai mencerminkan kombinasi sentimen korporasi dan mulai munculnya potensi rerating fundamental di mata investor.

“Penguatan signifikan secara year to date ini mencerminkan kombinasi sentimen korporasi dan potensi rerating fundamental,” jelasnya.

Ke depan, Abida melihat prospek saham INKP tetap konstruktif untuk investor jangka menengah, meski pergerakan harga masih sensitif terhadap dinamika harga pulp global dan siklus industri.


 

AI Ambil Alih? Daftar Perusahaan AS yang PHK Besar-besaran

Selanjutnya: Inilah Saham Migas Pilihan Analis Kala Harga Minyak Mentah Tren Naik

Menarik Dibaca: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Cilegon Hari Ini Jumat 27 Februari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru