Laba Bersih Surge (WIFI) Melesat 2.584% Menjadi Rp 24,8 Miliar di 2021

Rabu, 11 Mei 2022 | 23:14 WIB   Reporter: Nur Qolbi
Laba Bersih Surge (WIFI) Melesat 2.584% Menjadi Rp 24,8 Miliar di 2021

ILUSTRASI. Layanan akses internet Surge dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dan MacroAd di stasiun kereta.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) alias Surge membukukan peningkatan laba tahun berjalan hingga 2.584% menjadi Rp 24,8 miliar sepanjang tahun 2021. Padahal, pada tahun 2020, jumlah laba tahun berjalan yang dikantongi Surge baru sebesar Rp 924 juta.

CEO Surge Hermansjah Haryono mengatakan, pencapaian ini diperoleh berkat sinergi antarproduk dalam ekosistem Surge dengan tiga pilar ekosistem terpadu, yaitu daily needs, connectivity, dan media and entertainment.

Dengan sinergi tersebut, Surge membukukan pendapatan Rp 390,9 miliar pada 2021, meningkat sekitar 723% dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp 47,5 miliar.

Menurut Hermansjah, rekor kinerja positif tersebut juga didorong kesuksesan Surge mengakselerasi eksekusi proyek dan layanan strategis sepanjang tahun 2021.

Tak hanya itu, Surge juga telah mendapatkan rekognisi dari dalam maupun luar negeri berkat kerja sama strategis dengan perusahaan besar nasional, perbankan, hingga perusahaan teknologi kelas global.

Baca Juga: WIFI Gelar Lelang Bandwidth Pertama Secara Online

Melalui berbagai brand dalam ekosistem seperti MacroAd (media periklanan Out-of-Home terintegrasi), Weave (infrastruktur jaringan serat optik), dan Codify (pengembangan teknologi berbasis aplikasi), perusahaan juga terus menghadirkan inovasi baru bagi masyarakat dan para mitra strategis.

Hal ini tercatat dengan adanya kenaikan total aset sebesar 75% menjadi Rp 896 miliar di 2021, dari Rp 510 miliar pada tahun 2020.

Dengan beroperasinya jaringan serat optik yang dimiliki Surge, integrasi seluruh bisnis pilar yang dimiliki perusahaan dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak positif bagi kinerja.

Masyarakat maupun dunia usaha, termasuk yang tinggal di kota Tier 2 dan Tier 3 semakin terbiasa dengan teknologi digital.

"Hal ini meningkatkan permintaan dari sisi konektivitas yang berkualitas dan berkapasitas tinggi dari daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh oleh pemain industri lainnya," kata Hermansjah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/5).

Potensi Integrasi Tiga Pilar Bisnis

Untuk pengembangan layanan business to business (B2B) pada pilar connectivity dan media & entertainment, Surge memulai terobosan terbaru di industri periklanan dan broadband. Surge mengadakan program lelang periklanan dan bandwidth pertama secara online.

Pada Maret 2022, Surge menyelenggarakan lelang media periklanan Public Information Display dari MacroAd di commuter line Jabodetabek. Lalu, pada April-Mei 2022, Surge melaksanakan lelang bandwidth dari Weave bagi para Internet Service Provider (ISP).

"Dengan posisi strategis media periklanan maupun jaringan serat optik yang dimiliki Surge, penawaran berbasis online ini diharapkan tak hanya meningkatkan potensi pendapatan perusahaan pada 2022, namun juga mendorong pengiklan dan ISP di berbagai daerah mendapatkan layanan terbaik dengan cara yang sangat mudah, transparan, serta terjangkau," tutur Hermansjah.

Lalu, untuk layanan daily needs, Surge menargetkan untuk aktivasi dan digitalisasi 1.000 gudang Koperasi Unit Desa (KUD) di seluruh pulau Jawa pada 2022. KUD ini berperan sebagai fulfillment center berbagai produk kebutuhan sehari-hari maupun produk-produk UMKM lainnya.

Baca Juga: Surge (WIFI) Tambah Kecepatan Layanan Internet Hingga 1.000 Mbps di Stasiun Kereta

Kegiatan ini berawal dari kerja sama strategis Surge dan Induk Koperasi Unit Desa (INKUD) serta Kementerian Koperasi dan UKM pada awal 2021.

Hanya dalam waktu tujuh bulan beroperasi pada tahun 2021, Surge telah merevitalisasi dan mengoperasikan puluhan gudang KUD di pulau Jawa yang menjual kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari dengan harga yang terjangkau dan memiliki lebih dari 128 ribu mitra UMKM maupun mitra warung.

Direktur Pengembangan Bisnis Surge Martha Rebecca menambahkan, pada tahun 2022, Surge akan terus mempertahankan kinerja positif seperti tahun 2021. Surge juga akan lebih agresif dalam mengembangkan layanan yang ditunjang konektivitas yang telah mencakup seluruh area pulau Jawa.

Pada awal tahun ini, Surge memperkuat sinergi aplikasi-aplikasi yang berada dalam ekosistem Surge untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Sinergi ini akan dihadirkan dalam aplikasi terintegrasi dan multifungsi untuk konektivitas, kebutuhan sehari-hari, dan media hiburan, yakni aplikasi AdaKita.

Aplikasi ini dapat menjangkau keberagaman jaringan ekosistem yang dimiliki Surge. Aplikasi diharapkan dapat menghadirkan solusi untuk pemenuhan kebutuhan harian masyarakat sesuai misi Surge, mulai dari konektivitas internet, barang-barang kebutuhan pokok, hingga media dan hiburan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru