Melongok Prospek dan Rekomendasi Saham Sido Muncul (SIDO)

Jumat, 11 November 2022 | 07:25 WIB   Reporter: Nur Qolbi
Melongok Prospek dan Rekomendasi Saham Sido Muncul (SIDO)

ILUSTRASI. Kinerja Sido Muncul (SIDO) tahun ini lebih rendah karena basis yang tinggi pada tahun 2021.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) turun tahun ini.

SIDO membukukan pendapatan Rp 2,61 triliun dan laba bersih Rp 720,4 miliar hingga kuartal III 2022. Realisasi tersebut masing-masing turun 5,9% dan 16,8% dari perolehan pendapatan dan laba bersih periode sama tahun lalu.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Ezaridho Ibnutama mengatakan, perolehan pendapatan dan laba bersih SIDO tersebut masing-masing setara 69,33% dan 69% dibandingkan proyeksinya untuk setahun penuh 2022. Sampai dengan akhir tahun ini, ia memprediksi pendapatan SIDO dapat mencapai Rp 3,77 triliun dengan laba bersih Rp 1,04 triliun alias turun 6,3% dan 17,2% year on year (yoy).

Menurut Ezar, kinerja SIDO secara tahunan lebih rendah karena basis yang tinggi pada tahun 2021 akibat gelombang kedua pandemi Covid-19. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap suplemen dan produk herbal meningkat. Sementara itu, pada tahun ini, masyarakat lebih mengalokasikan belanjanya untuk bepergian dan aktivitas lainnya sejalan dengan pelonggaran pembatasan kegiatan.

Meskipun begitu, pada kuartal IV-2022, SIDO mengharapkan kinerja penjualan lebih baik sejalan dengan datangnya musim hujan yang umumnya meningkatkan permintaan untuk obat-obatan alami. SIDO juga tidak akan menaikkan harga jual demi mencegah pesaing mendapatkan pangsa pasar di bidang produk herbal.

Dari segi pemasarannya, SIDO telah melampaui target cakupan gerai general trade (GT) dengan 151.000 gerai per Oktober 2022. SIDO juga mendorong minat konsumen untuk membeli produk di toko online dan modern trade (MT) dengan promosi, diskon, dan bundling produk setiap bulan.

Baca Juga: Sido Muncul (SIDO) Targetkan Bisnis Tumbuh 20% di Kuartal IV-2022

Ezar menyampaikan, dengan fokus pada saluran B2B, penjualan online telah meningkat lebih dari 150% yoy di sembilan bulan pertama 2022. Penjualan online dilakukan melalui toko resmi langsung kepada konsumen di platform marketplace seperti Tokopedia, Lazada, EMOS, Shopee, Bukalapak, Gudangada, dan lainnya.

Sejalan dengan itu, Ezar mempertahankan rekomendasi buy untuk SIDO dengan target harga Rp 850 per saham dari posisi per Kamis (10/11) yang berada di Rp 740 per saham. Target harga tersebut  mengimplikasikan 24,4x rasio P/E 2022 prediksi.

"Meskipun lebih tinggi dari median IDXHEALTH yang sebesar 22,5x, SIDO layak mendapatkan penilaian yang lebih tinggi karena mempunyai ROE sebesar 30,3% (2022F) dibandingkan median IDXHEALTH yang hanya 15,1%," kata Ezar saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (10/11).

Valuasi SIDO dinilai murah dengan P/E band yang turun ke level terendahnya sejak Maret 2020 dikarenakan ekspektasi penurunan kinerja secara tahunan. SIDO juga mempunyai neraca yang kuat yang ditandai oleh posisi kas bersih dan rasio pembayaran dividen rata-rata lebih dari 95% dalam sembilan tahun terakhir.

Henan Putihrai Sekuritas juga menyukai SIDO karena merupakan pemimpin pasar obat-obatan alami di dalam negeri. Yang menjadi risiko investasi di SIDO adalah kenaikan harga bahan baku yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan volume penjualan.

Dalam riset tanggal 4 November 2022, Analis OCBC Sekuritas Eriza Putri juga menyematkan rekomendasi buy untuk SIDO dengan target harga Rp 880 per saham. Target harga tersebut mencerminkan 20x rasio P/E 2023 prediksia atau sama dengan P/E rata-rata lima tahun.

Eriza juga memperkirakan adanya performa volume penjualan yang lebih baik pada kuartal IV-2022 seiring dengan musim hujan dan peluncuran beberapa produk baru. Sebut saja Alang Sari Cool (RTD), SM Prosta, dan  Balsem Tolak Angin.

Menurutnya, SIDO juga akan meneruskan strategi pemasaran yang tepat sasaran, termasuk melalui kolaborasi dengan influencer dan menyelenggarakan beberapa acara khusus.

"Perusahaan juga masih memiliki pasar internasional yang menjanjikan dan potensi kenaikan harga produk di segmen herbal pada tahun depan diprediksi dapat menghasilkan margin yang lebih baik," tutur Eriza.

Sementara itu, dalam riset tanggal 27 Oktober 2022, Analis Samuel Sekuritas Pebe Peresia merekomendasikan hold SIDO dengan target harga Rp 760 per saham. Target harga tersebut mencerminkan 18,7x rasio P/E 2023 prediksi.

Pasalnya, ia memperkirakan kinerja SIDO di sepanjang tahun 2022 masih akan cenderung negatif. "Laba bersih SIDO diperkirakan hanya mencapai Rp 1 triliun alias merosot 18,3% yoy dan baru akan mulai pulih di tahun depan," ucap Pebe.

Melihat ke belakang, kinerja SIDO yang lebih rendah pada Januari-September 2022 disebabkan efek high-base dari tahun lalu akibat tingginya permintaan suplemen saat gelombang kedua pandemi Covid-19. SIDO juga mencatatkan lonjakan harga bahan baku dan kenaikan rasio opex/sales.

Untuk tahun 2023, Pebe melihat pemulihan kinerja SIDO bakal didukung oleh beberapa strategi yang akan diterapkan perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya. Mulai dari aktif melakukan promosi dengan target langsung ke end-customer, memperbanyak gerai, inovasi produk, peningkatan penjualan ekspor, serta pengembangan strategi penjualan online.

Baca Juga: Sido Muncul (SIDO) Beberkan Alasan Kinerja Turun di Tahun 2022

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru