Meneropong Prospek Saham Indeks LQ45 pada Semester II 2022

Minggu, 07 Agustus 2022 | 20:47 WIB   Reporter: Ika Puspitasari
Meneropong Prospek Saham Indeks LQ45 pada Semester II 2022


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah komposisi saham dalam indeks LQ45 untuk periode Agustus 2022-Januari 2023. Tiga saham blue chip baru dalam indeks LQ45 adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengungkapkan, masuknya saham BRIS, ARTO, dan INDY membuat indeks LQ45 kian menarik. Pasalnya, ketiga saham tersebut memiliki volume transaksi dan juga prospek yang apik.

"Apalagi kalau kita lihat, ARTO akhirnya berhasil membuktikan diri sebagai leading dari bank digital, dimana menunjukkan bahwa ekosistem yang dibangunnya dapat diterima oleh masyarakat," ungkap Nico pada Kontan, Minggu (7/8).

Padahal, kata Nico, ARTO belum sepenuhnya masuk ke dalam ekosistem GOTO. Terlebih jika ARTO bisa bergabung sepenuhnya ke dalam ekosistem GOTO, maka ini akan menambah prospek di masa yang akan datang.

Baca Juga: Direkomendasikan Analis, Cermati Saham-saham LQ45 yang Menarik Dikoleksi

Begitupun dengan BRIS, Nico menjelaskan, pasar syariah masih terbuka lebar di Indonesia. Dengan dukungan sumber daya manusia dan teknologi, BRIS menjadi salah satu saham yang memiliki potensi di masa yang akan datang.

Secara umum, Nico melihat saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45 mempunyai prospek yang baik ke depannya. Sentimen positif untuk saham LQ45 meliputi fundamental ekonomi yang membaik, fiskal yang berjalan sehat, hingga naiknya harga komoditas.

Selain itu, foreign direct investment (FDI) yang terus bertumbuh, pengendalian Covid-19, dan stabilitas pemulihan ekonomi yang berkelanjutan juga menjadi katalis positif untuk saham-saham penghuni indeks LQ45.

 

 

Meski begitu, Nico bilang tak semua saham-saham dalam indeks LQ45 layak untuk dikoleksi. Makanya, ia menyarankan agar pelaku pasar tetap memperhatikan dari segi sektornya.

"Perhatikan juga sektor yang ada di dalam dari indeks LQ45 tersebut, sehingga dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di pasar," imbuh Nico.

Nah, beberapa saham yang menurut Nico dapat dicermati ada dari sektor komoditas dan energi, sektor keuangan, sektor infrastruktur, dan sektor barang konsumen primer. Menurutnya, sektor-sektor tersebut masih berpotensi mencatatkan kinerja yang positif, sehingga bisa jadi pilihan investasi.

Baca Juga: Prospek Saham Emiten Konsumer di Tengah Turunnya Keyakinan Konsumen dan Inflasi Naik

Dari sektor keuangan ia menjagokan saham ARTO dengan target harga Rp 15.000, kemudian BBCA dengan TP di Rp 8.000, BBNI dengan TP di Rp 10.150, BBRI dengan TP di Rp 5.400, dan BRIS di Rp 2.000. Selanjutnya Nico juga memberikan rekomendasi beli untuk ASII dengan TP di Rp 8.000, EMTK dengan TP di 2.750 per saham, EXCL dengan TP di Rp 3.800, dan TLKM dengan TP di Rp 5.050.

Kemudian Nico juga memilih saham-saham berbasis komoditas seperti HRUM dengan TP 3.030, INDY dengan TP di Rp 4.050, MDKA dengan TP di Rp 6.000, MEDC dengan TP di Rp 930, PTBA dengan TP di Rp 4.500, INCO dengan TP di Rp 8.000, dan UNTR dengan TP di Rp 36.300 per saham.

Lalu, ada saham INDF dengan TP di 8.680 per saham dan ICBP dengan TP di Rp 11.300 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru