Menilik Bisnis Jasa Pertambangan Delta Dunia Makmur (DOID) pada 2023

Rabu, 11 Januari 2023 | 08:00 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Menilik Bisnis Jasa Pertambangan Delta Dunia Makmur (DOID) pada 2023


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) menyiapkan sejumlah strategi untuk menangkap peluang bisnis di 2023. Manajeman DOID  melihat peluang bisnis batubara di Indonesia pada tahun ini masih cukup menjanjikan. 

Head of Investor Relations DOID, Regina Korompis menjelaskan, secara umum mengenai sejumlah faktor yang membuat prospek bisnis batubara di Tanah Air tetap menjanjikan. 

Regina memaparkan, kondisi geopolitik Rusia dan Ukraina, kenaikan harga batu bara Australia yang terjadi saat ini dikarenakan tingginya curah hujan yang menyebabkan terkendalanya angkutan batu bara, serta pelonggaran pembatasan di Cina akan mendorong permintaan dari Cina, serta negara-negara lain, termasuk India.

“Dengan adanya kenaikan harga dan permintaan batu bara dari Indonesia, hal ini akan sangat membantu peningkatan pendapatan negara sehingga dapat mendukung program-program pemerintah dalam memulihkan ekonomi pasca-pandemi,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (10/1). 

Baca Juga: Garap Bisnis Tembaga, Delta Dunia Makmur (DOID) Tambah Kepemilikan Saham di Asiamed

Melihat potensi ini, Manajemen DOID tetap optimistis dengan pertumbuhan industri pertambangan di Indonesia. Demi menangkap peluang tersebut, pihaknya menyiapkan sejumlah strategi untuk tetap tumbuh di tengah tantangan- tantangan yang mungkin muncul di masa mendatang. 

Beberapa strategi tersebut ialah, mengembangkan bisnis inti yaitu Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) dan BUMA Australia, dan memperkuat kerjasama strategis dengan mitra-mitra yang sudah ada. Sejalan dengan ini, pihaknya juga memperkuat kualitas operasional di seluruh tahap penambangan.

DOID juga melakukan diversifikasi atau ekspansi bisnis ke lini usaha yang dekat dengan bisnis inti seperti teknologi, infrastruktur dan juga pengembangan lebih jauh lagi terhadap kegiatan-kegiatan sosial bisnis.

Selain itu, sebagai bentuk diversifikasi lainnya, DOID juga merambah kepada kepemilikan tambang. 

“Di November lalu, kami mengumumkan peningkatan kepemilikan saham strategis di Asiamet Resources Limited senilai £ 2,649 juta (setara US$ 3 juta), dalam penggarapan proyek tambang tembaga BKM yang terletak di Kalimantan Tengah,” ujarnya. 

 

 

Meski sudah menyiapkan berbagai strategi dan fokus bisnis di tahun ini, Regina tidak memberikan gambaran alokasi belanja modal untuk 2023. 

Melansir laporan hasil paparan publik 2022, di tahun lalu DOID mengalokasikan rencana belanja modal senilai US$ 150 juta hingga US$ 200 juta yang dialokasikan untuk dua hal. 

Pertama, Maintenance Capex untuk mengganti alat berat yang sudah tidak dapat digunakan lagi. Kedua, New Capex untuk pertumbuhan (growth) saat memperoleh pelanggan atau kontrak baru. Dari anggaran US$ 150-US$ 200 juta, sejumlah US$ 60-US$ 70 juta merupakan Capex pertumbuhan yang dibawa (carry forward) dari tahun sebelumnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru