Menilik Prospek Saham Sektor Otomotif di Semester Kedua 2022

Selasa, 02 Agustus 2022 | 20:10 WIB   Reporter: Ika Puspitasari
Menilik Prospek Saham Sektor Otomotif di Semester Kedua 2022

ILUSTRASI. Sektor otomotif menghadapi sejumlah tantangan bisnis di semester kedua tahun 2022.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sektor otomotif menghadapi sejumlah tantangan bisnis di semester kedua tahun 2022. Salah satu tantangan industri otomotif yakni kelangkaan chip semikonduktor yang saat ini masih berlanjut.

Analis Director Research & Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus menambahkan, ada juga potensi perlambatan ekonomi global serta kenaikan pajak pertambahan nilai. Nico bilang kenaikan PPN ini berkontribusi terhadap kenaikan inflasi dan melemahkan daya beli masyarakat. Tantangan lainnya yakni potensi kenaikan suku bunga.

Meski demikian, Nico menambahkan, pemulihan ekonomi yang melaju dan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang diperpanjang hingga September mendatang masih menopang kenaikan emiten otomotif.

Baca Juga: Sejumlah Emiten Otomotif Ini Raih Kinerja Apik pada Semester 1-2022

"Kami rasa pertumbuhan industri ini akan lebih menantang, namun dukungan pemerintah setidaknya masih akan mendorong kinerja industri ini," ujar Nico kepada Kontan.co.id, Selasa (2/8).

Dia menambahkan, emiten otomotif juga dapat menerapkan strategi efisiensi dan efektivitas dalam pengadaan chip untuk menekan kenaikan biaya. Meskipun di depannya masih penuh dengan tantangan, Nico bilang masih ada secercah harapan bagi sektor otomotif ini untuk bisa kembali bangkit.

"Kalau diperhatikan, daya beli di sektor ini belum sepenuhnya pulih. Masih membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa pulih. Perlahan tapi pasti, dengan berbagai varian baru, tentu hal ini akan menambah daya dorong bagi sektor otomotif agar terakselerasi lebih cepat," papar Nico.

Baca Juga: Astra (ASII) Menyerap Belanja Modal Rp 7,6 Triliun Hingga Semester I 2022

Dari sektor ini, Nico menjagokan saham PT Astra International Tbk (ASII). Saham ASII menarik lantaran dari segi fundamental dan dari sisi holding masih cukup kuat, serta cenderung likuid.

Selain itu, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) juga menarik. Dari sisi kinerja profitabilitas, neraca dan struktur permodalan Indomobil terbilang baik. Dia memberikan rekomendasi buy untuk saham ASII dengan target harga Rp 7.050 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Terbaru