Menilik prospek uang kripto di tahun 2021

Senin, 15 Februari 2021 | 07:25 WIB   Reporter: Intan Nirmala Sari
Menilik prospek uang kripto di tahun 2021

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Banjirnya sentimen perusahaan global untuk memburu aset kripto seperti bitcoin, nyaris membuat harga uang kripto tersebut mendekati level US$ 50.000 per btc. Mengutip laman coinmarket pada Minggu (14/2) pukul 17.57 WIB harga bitcoin sempat menyentuh level tertingginya di US$ 49.259 per btc atau sekitar Rp 689 juta per btc (kurs Rp 14.000 per dollar AS). 

Presiden Komisioner HFX International Sutopo Widodo mengungkapkan, kenaikan harga bitcoin dalam beberapa waktu terakhir di dukung oleh berbagai faktor. Salah satunya sentimen teranyar terkait investasi Tesla pekan lalu.

Sekedar mengingatkan, Tesla resmi menjadi perusahaan otomotif pertama yang membeli bitcoin. Bahkan, tidak hanya membeli sebagai aset, perusahaan mobil listrik tersebut juga menerima transaksi dalam bentuk Bitcoin. 

Baca Juga: Pamor Bitcoin naik lagi, miner di China ramai-ramai menambang pakai laptop gaming

"Semakin banyaknya perusahaan internasional global seperti Amerika Serikat (AS) yang menggunakan dan menginvestasikan portofolio mereka ke dalam Bitcoin seperti Tesla, Microstrategy, Square dan lain-lain," kata Sutopo kepada Kontan, Minggu (14/2)

Sebelum Tesla, ada juga Paypal yang juga meluncurkan fitur transaksi jual dan beli uang kripto, hingga bertransaksi menggunakan uang kripto sejak akhir tahun lalu. Selain itu, Sutopo juga menambahkan kalau beberapa pemerintahan global mulai merilis mata uang digital mereka masing-masing, sebagaimana yang dilakukan China baru-baru ini.  

"Alhasil, semakin banyaknya negara-negara yang merespon positif menerima kehadiran uang kripto seperti AS, Jerman, Jepang dan negara lainnya, ditambah adanya halving bitcoin bakal menjadi sentimen positif bagi uang kripto tersebut," tambahnya. 

Sebelumnya CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, Tesla menambah deretan perusahaan korporasi yang membeli Bitcoin dengan nilai jutaan dollar AS. Sebelumnya, sederet perusahaan seperti Microstrategy Inc, Square, Tudor Investment Corp, JP Morgan, Citibank dan Paypal yang menyediakan pembayaran dengan Bitcoin. 

“Tesla membeli Bitcoin senilai Rp 21 triliun. Tentunya, permintaan sebanyak ini langsung berdampak kepada kenaikan harga. Karena salah satu faktor yang meningkatkan harga Bitcoin adalah permintaan atau demand,” kata Oscar.

Menurutnya, pembelian Tesla tersebut juga membuat harga Bitcoin berhasil menembus level tertingginya. Sebelumnya, harga tertinggi bitcoin (all time high/ATH) Rp580 juta, yang terjadi pada Januari 2021. 

Ditambah lagi, CEO perusahaan tersebut Elon Musk sempat mendorong aksi pembelian Bitcoin dengan membuat hastag di profil Twitternya. Aksi tersebut turut meningkatkan harga Bitcoin pada pekan lalu. Dimana sebelumnya, harga Bitcoin sempat stagnan dikisaran Rp 500 juta per btc.

Ke depan, Oscar menilai tidak menutup kemungkinan hadirnya korporasi baru atau konglomerat yang membeli Bitcoin dalam waktu dekat. Apalagi, Bitcoin sudah terbukti menjadi salah satu instrumen investasi lindung nilai dari inflasi, sekaligus jadi pilihan aset safe haven. 

“Jika pembelian atau permintaan masif terus terjadi, maka kemungkinan besar harga Bitcoin akan terus meningkat. Seperti apa yang diprediksi JP Morgan sebelumnya, Bitcoin bisa mencapai Rp 2 miliar per btc pada tahun ini atau tahun depan,” prediksi Oscar.

Sedangkan Sutopo memprediksi, level Bitcoin bakal bergerak di harga US$ 33.000 per btc hingga US$ 58.000 per btc sepanjang tahun ini. Sutopo yang juga merupakan salah satu owner dari platform crypto exchange yakni Digital Exchange id tersebut memprediksi, dalam waktu dekat harga bitcoin bakal lanjutkan kenaikan menuju level US$ 50.686 per btc. 

"Disarankan wait and see, jika ingin masuk untuk beli bisa tunggu di sekitar harga US$ 40.000 per btc atau di bawahnya," tandasnya.

Selanjutnya: Bitcoin dan Dogecoin Berjaya Berkat Elon Musk

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru