Bursa

Penjelasan pengamat terkait permintaan sukuk global oversubscribe tiga kali lipat

Senin, 07 Juni 2021 | 06:55 WIB   Reporter: Hikma Dirgantara
Penjelasan pengamat terkait permintaan sukuk global oversubscribe tiga kali lipat

Terlebih lagi, sukuk global kali ini berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS). Fikri melihat hal ini juga menjadi salah satu risiko ke depannya. Kestabilan nilai tukar rupiah akan menjadi kunci dalam pembayaran bunga pokok. Apabila rupiah dalam kondisi melemah, tentu pembayaran bunga pokok akan jadi lebih terbebani.

“Namun, dengan kondisi makro kita yang akan terus membaik ke depan, pertumbuhan ekonomi mulai pulih, dan nilai tukar rupiah bisa terjaga, yield Indonesia ke depan bisa akan terus turun,” terang Fikri. 

Adapun, pada Jumat (4/6), yield SBN acuan 10 tahun berada di level 6,41%. Fikri meyakini, jika kondisi positif tadi terjadi, yield SBN acuan 10 tahun akan bergerak ke arah 6,0% pada akhir tahun nanti. Begitu pun Ramdhan, ia juga memperkirakan yield SBN 10 tahun akan berada pada rentang 6,0% - 6,2%.

Selanjutnya: Pasar obligasi tetap prospektif hingga akhir tahun

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Noverius Laoli
Terbaru