KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten RMKE yang menjadi sorotan investor ritel. Saham RMKE tercatat telah naik lebih dari 1.000% dalam 6 bulan terakhir.
PT RMK Energy Tbk (kode saham: RMKE) menjadi salah satu pemain kunci di sektor energi Indonesia, khususnya dalam logistik dan perdagangan batubara.
Didirikan pada Juni 2009, perusahaan ini mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2021 dengan harga IPO Rp206 per saham.
Sebagai perusahaan yang berbasis di Sumatera Selatan, RMKE fokus pada rantai pasok batubara, mendukung industri pertambangan nasional di tengah transisi energi global. Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp2,2 triliun (per akhir 2025), RMKE terus berupaya ekspansi untuk menangkap peluang di sektor komoditas.
Artikel ini akan membahas profil usaha RMKE, susunan direksi dan komisaris, serta kinerja keuangan hingga kuartal ketiga (Q3) 2025.
Baca Juga: Saham AMRT: Analis Bongkar Target Harga Baru Alfamart Rp 2.500, Saat Ini Rp 1.955
Usaha dan Bidang Bisnis RMKE
Melansir dari rmkenergy.com, RMKE beroperasi di bidang pertambangan batubara dan aktivitas perusahaan holding, dengan fokus utama pada jasa logistik batubara.
Perusahaan menyediakan layanan terintegrasi mulai dari bongkar muat kereta api, pengangkutan batubara melalui jalan hauling sepanjang 155 km, pengelolaan pelabuhan (dua pelabuhan di Keramasan), hingga offtake batubara dan operasi bersama (joint operation) di tambang.
Segmen usaha dibagi menjadi dua: penjualan batubara dan jasa layanan. Dukungan infrastruktur yang kuat, seperti kesepakatan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk stasiun Simpang dan pengelolaan pelabuhan, membuat RMKE menjadi mitra handal bagi perusahaan batubara di Sumatera Selatan.
Baca Juga: Bedah Profil Emiten KOCI: Saham Properti yang Harganya Melesat 80% Sebulan Terakhir
Pada 2025, perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas untuk mendukung volume yang lebih tinggi, termasuk penguatan hauling road.
Melansir dari laman RMKE, ini ejalan dengan strategi jangka panjang untuk capai pendapatan Rp4,1 triliun dan laba bersih Rp800 miliar pada 2026, meski menghadapi larangan ekspor batubara tertentu.
Pemegang saham utama adalah PT RMK Investama (76,80%) dan Tony Saputra (sebagai ultimate beneficial owner melalui PT TYTRA Kapital Indonesia). Ini memberikan stabilitas kepemilikan, dengan sisanya dipegang publik.
Baca Juga: Saham ADMR Melejit Awal 2026: Target Harga Sentuh Rp 2.170, Layak Dibeli / Jual?
Susunan Direksi dan Komisaris
Manajemen RMKE dipimpin oleh tim berpengalaman di sektor energi. Berdasarkan data terbaru per 2026, susunan Dewan Direksi adalah sebagai berikut:
- Vincent Saputra sebagai Presiden Direktur (Direktur Utama), bertanggung jawab atas strategi operasional dan pertumbuhan perusahaan.
- William Saputra sebagai Direktur, fokus pada aspek keuangan dan pengembangan bisnis.
- Sugiyanto sebagai Direktur, menangani operasi logistik harian.
- Jennifer Angeline Djamin sebagai Direktur, mengawasi compliance dan hubungan stakeholder.
- Indra Mulia Aliwarga sebagai Direktur, spesialisasi di bidang tambang dan joint operations.
Dewan Komisaris dipimpin oleh Tony Saputra sebagai Presiden Komisaris, didukung oleh komisaris independen Frederikus Saud Tamba Tua dan Rokhmad Sunanto untuk memastikan tata kelola yang baik.
Perubahan susunan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Juni 2025, dengan fokus pada peningkatan efisiensi.
Manajemen juga merencanakan RUPS Luar Biasa pada 15 Januari 2026 untuk membahas direktur keuangan baru.
Baca Juga: Saham ADMR Melejit Awal 2026: Target Harga Sentuh Rp 2.170, Layak Dibeli / Jual?
Kinerja Keuangan Terakhir (Q3 2025)
Berdasarkan laporan keuangan BEI per 30 September 2025 (9M 2025), RMKE mencatatkan pendapatan sebesar Rp1.122 miliar, turun 36,1% YoY dari Rp1.755 miliar pada 9M 2024.
Penurunan ini terutama dari segmen penjualan batubara (Rp600 miliar, turun signifikan), sementara segmen jasa tetap stabil di Rp522 miliar.
Biaya pokok pendapatan turun 38,8% menjadi Rp884 miliar, menghasilkan laba kotor Rp237 miliar (turun 23,4% YoY) dengan margin kotor naik menjadi 21,2% dari 17,7%
Demikian informasi mengenai profil emiten RMKE yang menjadi sorotan investor ritel.
Tonton: Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Haji, KPK Ungkit Pertemuan Jokowi dan MBS
Selanjutnya: Jigokuraku Season 2: Link Nonton, Jadwal Rilis Episode Terbaru, dan Sinopsis
Menarik Dibaca: Promo Paket Gokana Hebat Mulai Rp 99 Ribu, Makan Bertiga Jadi Lebih Hemat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News