Emiten

Resmi! Ini Penjelasan Manajemen Tentang Kabar Tambang Emas BRMS di Palu Disegel

Rabu, 18 Februari 2026 | 05:28 WIB
Resmi! Ini Penjelasan Manajemen Tentang Kabar Tambang Emas BRMS di Palu Disegel

ILUSTRASI. Resmi! Ini Penjelasan Manajemen Tentang Kabar Tambang Emas BRMS di Palu Disegel


Reporter: Dimas Andi  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Beredar kabar bahwa Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyegel tambang emas PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) di Palu, Sulawesi Tengah. Benarkah kabar tersebut? Berikut penjelasan resmi manajemen BRMS.

Manajemen BRMS memberikan klarifikasi atas informasi yang beredar di sejumlah media massa terkait penyegelan konsensi tambang emas emiten tersebut di Palu. Manajemen BRMS membeberkan sejumlah fakta kondisi di lapangan terkait kegiatan usaha penambangan emas yang dijalankan oleh anak usahanya yaitu PT Citra Palu Minerals (CPM).

BRMS menyebut, pemerintah yang diwakili oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyegel satu titik area yang telah ditemukan adanya pembukaan lahan tanpa izin di kawasan hutan oleh para penambang liar. Area yang disegel tersebut merupakan bagian dari kontrak karya yang dikelola CPM yang sampai saat ini belum ditambang dan dioperasikan oleh CPM.

"Lokasi tambang emas River Reef di Poboya, Palu yang saat ini sedang dioperasikan oleh CPM melalui metode penambangan terbuka (open pit mining) sampai saat ini tetap berjalan normal seperti biasa," tulis Manajemen BRMS dalam keterangan resmi, Senin (16/2/2026).

Baca Juga: Bursa Saham Dibuka Usai Libur Panjang: Cuan Maksimal Usai Imlek 2026, Ini Daftarnya!

Lebih lanjut, salah satu fasilitas pemrosesan emas CPM saat ini sedang ditingkatkan kapasitas produksinya dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari. Peningkatan kapasitas pabrik tersebut diharapkan dapat tuntas pada Oktober 2026, sehingga akan berdampak terhadap kenaikan produksi emas BRMS pada 2026.

CPM juga menargetkan untuk dapat memulai pengoperasian tambang emas bawah tanah pada semester II-2027. Mengingat tambang emas bawah tanah tersebut memiliki kandungan emas di kisaran 3,5--4,9 g/t, maka diharapkan produksi emas BRMS akan meningkat lagi pada akhir 2027 atau awal 2028.


 

Trump Resmi Pangkas Tarif Dagang Jadi 19%, Indonesia Untung Besar?

Selanjutnya: Menlu Iran Sebut Ada Kemajuan dalam Perundingan Nuklir dengan AS di Jenewa

Menarik Dibaca: 35 Ucapan Rabu Abu 2026 Penuh Makna Pertobatan dan Damai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru