KONTAN.CO.ID - Jakarta. Aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau rights issue masih semarak di awal 2026. Sejumlah emiten, termasuk kelompok konglomerasi, membidik dana segar dalam jumlah jumbo.
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana menerbitkan maksimal 90 miliar saham baru seri E dengan nilai nominal Rp12 per saham. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk pembayaran kewajiban kepada kreditur serta modal kerja BNBR dan anak usaha.
Sementara itu, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) akan menerbitkan maksimal 50 miliar saham baru atau setara 203,11% dari saham beredar. Aksi ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada akhir Februari 2026, sama seperti BNBR.
Selain BNBR dan BUVA, emiten lain yang akan menggelar rights issue adalah PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) dan PT Multitrend Indo Tbk (BABY). YOII berencana menerbitkan sekitar 685,93 juta saham baru, sedangkan BABY akan menerbitkan maksimal 238,57 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp590 sebagai bagian dari skema inbreng pemegang saham utama.
Baca Juga: Saham IPO 2026: 4 Emiten Baru Bawa Peluang Cuan Besar
Di sisi lain, PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) tercatat tinggal mengeksekusi rights issue dengan menerbitkan maksimal 12,39 miliar saham baru. Dengan harga pelaksanaan Rp580 per saham dan rasio 1:2, IRSX berpotensi meraup dana hingga Rp3,7 triliun.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai rights issue emiten-emiten tersebut memiliki risiko dilusi yang cukup signifikan karena besarnya nilai instrumen konversi terhadap ekuitas.
“Potensi dilusinya cukup tinggi karena nilai instrumen konversinya besar dibandingkan ekuitas,” ujarnya.
Namun, Nafan melihat rights issue BUVA berpotensi mendorong likuiditas saham, meski kondisi teknikalnya sudah berada di area jenuh beli.
Senada, Equity Research Samuel Sekuritas Ahnaf Yassar menilai rights issue BUVA bersifat strategis karena digunakan untuk akuisisi dan pengembangan aset premium di Bali dan Labuan Bajo, sekaligus berpotensi meningkatkan free float dan peluang masuk indeks MSCI Small Cap.
Selanjutnya: Hujan Petir di Banjarmasin: Cek Prakiraan Cuaca Kalsel Hari Ini, Rabu (28/1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News