Indeks

Saham-saham yang diobral asing saat IHSG menguat kemarin

Selasa, 27 Oktober 2020 | 06:35 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Saham-saham yang diobral asing saat IHSG menguat kemarin

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,62% atau naik 31.861 poin ke level 5.114.049 pada perdagangan Senin (26/10).

Sepanjang perdagangan bergerak di zona hijau dengan level terendah 5.113.023 dan level tertinggi 5.158.265.

Mengutip data RTI, tujuh dari 10 sektor menghijau. Antara lain sektor konstruksi menguat paling tinggi 3,10%, sektor perkebunan menanjak 2,19% dan sektor keuangan menguat 1,30%.

Sementara tiga sektor yang berada di zona hijau adalah sektor barang-barang konsumsi turun 0,78%, sektor tambang turun 0,62% dan sektor manufaktur terpangkas 0,30%.

Baca Juga: Saham-saham ini banyak diborong asing saat IHSG menguat, Senin (26/10)

Total volume perdagangan saham di Bursa Saham Indonesia mencapai 12,19 miliar dengan nilai transaksi Rp 7,12 triliun. Sebanyak 225 saham naik, 188 saham turun dan 170 saham lainnya stagnan.

Kenaikan IHSG ini dibarengi dengan aksi net buy asing sebesar Rp 127,99 miliar di seluruh pasar. Kendati demikian,asing juga melepas saham-saham berikut.

Asing paling banyak melego saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 102,3 miliar. Saham BBNI ditutup flat di level Rp 4.850 per saham. Total volume perdagangan saham BBNI mencapai 61,5 juta dengan nilai transaksi Rp 300 miliar.

Asing juga melepas saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 52,8 miliar. Namun saham TLKM ditutup menguat tipis 0,76% ke RP 2.650 per saham. Total volume perdagangan saham TLKM mencapai 133,1 juta dengan nilai transaksi Rp 354,5 miliar.

Baca Juga: IHSG berpotensi menguat lagi pada Selasa (27/10), cermati saham-saham berikut

Saham PT Smartfen Telecom Tbk (FREN) juga dilepas asing Rp 39,5 miliar. Saham FREN anjlok 6,85% ke Rp 68 per saham. Total volume perdagangan saham FREN mencapai 955,6 juta dengan nilai transaksi Rp 66,5 miliar.

Berikut 10 saham dengan net sell terbesar investor asing pada perdagangan Senin:

Editor: Noverius Laoli


Terbaru