CLOSE [X]

Tiga Saham Ini Naik Hingga ARA, Berikut Prospeknya

Rabu, 26 Januari 2022 | 21:16 WIB   Reporter: Nur Qolbi
Tiga Saham Ini Naik Hingga ARA, Berikut Prospeknya

ILUSTRASI. Sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga signifikan dalam beberapa hari terakhir hingga terkena auto-reject atas (ARA).


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga signifikan dalam beberapa hari terakhir hingga terkena auto-reject atas (ARA). Sebut saja saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI), PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT), dan PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL).

Pada Senin (24/1), harga KONI meningkat 24,89% dan berlanjut naik 25% pada Selasa (25/1) sehingga ditutup di level Rp 3.450 per saham. Pada Rabu (26/1), saham distributor alat fotografi ini stagnan karena Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan KONI di pasar reguler dan tunai dalam rangka cooling down untuk hari ini saja.

Kemudian, pada Senin (24/1), harga SMMT meningkat 24,68% dan lanjut naik 21,32% pada Selasa (25/1) sehingga ditutup di harga Rp 478 per saham. Pada Rabu (26/1), saham emiten batubara Grup Rajawali ini ditutup turun 6,69% menjadi Rp 446 per saham. 

Jika dilihat lebih jauh, KONI dan SMMT sebenarnya sudah mencicil kenaikannya sejak awal maupun pertengahan Januari 2022. Secara year to date (ytd) sampai dengan Rabu (27/1), harga KONI sudah melesat 248,48% dan SMMT 120,79%.

Baca Juga: Resmi Melantai di Bursa, Saham Semacom (SEMA) Sentuh Auto Rejection Atas (ARA)

Di sisi lain, saham POLL sejak awal tahun 2022 lebih banyak berada di zona merah sehingga masih tercatat turun 13,77% ytd. POLL baru tercatat bergerak positif sejak Jumat (21/1) dengan kenaikan 24,30%, lalu berlanjut pada Senin (24/1) sebesar 24,81%, dan Selasa (25/1) 22,29% menjadi Rp 1.015 per saham. Pada Rabu (26/1) kenaikan POLL hanya sebesar 4,93%. 

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, kenaikan pada ketiga saham ini tidak didorong oleh sentimen langsung ke perusahaan. Menurutnya, peningkatan harga SMMT dipengaruhi sentimen kenaikan harga batubara dan kenaikan POLL terdorong sentimen insentif PPN properti. 

"Kondisi ini bisa dimanfaatkan market maker untuk menaikkan harganya. Terlebih lagi, harganya juga sudah turun dalam," kata Azis saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (26/1). Sementara untuk KONI, ia belum mengetahui sentimen yang memengaruhinya. 

Baca Juga: Ada Investor Borong 24,54 Persen Saham, Harga Saham BLUE Malah Anjlok Tak Keruan

Analis Panin Sekuritas William Hartanto berpendapat, kenaikan signifikan saham-saham tersebut dalam beberapa hari terakhir tergolong wajar karena ketiganya sudah lama diakumulasi. "SMMT didukung adanya sentimen harga batubara yang naik, sedangkan POLL dan KONI tidak ada sentimen apa-apa," ucap William. 

Kontan.co.id mencoba menghubungi manajemen KONI dan SMMT terkait adanya tidaknya rencana aksi korporasi dalam waktu dekat. Sekretaris Perusahaan SMMT Chrismasari Dewi Sudono mengatakan, hingga saat ini, SMMT masih fokus meningkatkan produksinya dan belum berencana untuk melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat.

Menurutnya, pada tahun 2022 ini, SMMT menargetkan produksi batubara yang lebih tinggi dari tahun 2021 yang sebanyak 2 juta ton. "Target produksinya masih dalam proses finalisasi. Kemungkinan ada peningkatan. Perusahaan terus meningkatkan efektivitas alat untuk menambah kapasitas dan menambah kapasitas armada angkutnya untuk bisa memaksimalkan produksi," tutur Chrismasari.

Baca Juga: Ini Penyebab Harga Saham Aneka Tambang (ANTM) Anjlok

Lebih lanjut, menurut Azis, pergerakan ketiga saham tersebut saat ini sudah cukup tinggi sehingga kenaikannya mulai terbatas. Bahkan SMMT pada Rabu (26/1) ditutup auto-reject bawah (ARB).

Oleh karena itu, apabila ingin membeli saham-saham ini, investor sebaiknya wait and see terlebih dahulu. "Melihat kenaikan signifikan harganya, penurunannya berpotensi signifikan juga, khususnya pada KONI dan POLL yang memiliki valuasi yang mahal. SMMT  yang terkena ARB juga dapat melanjutkan penurunannya," ungkap Azis.

Azis memperkirakan, support terdekat KONI berada level Rp 3.070 dan resistance-nya di Rp 3.830 per saham. Kemudian, support-resistance SMMT berada di Rp 320-525 dan POLL Rp 1.020-Rp 1.250 per saham. 

Sementara itu, menurut William, kemungkinan harga saham-saham ini untuk naik lagi masih terbuka selama volume perdagangan tinggi. Jadi, pelaku pasar masih bisa melakukan trading di saham-saham ini, tetapi risikonya memang meningkat seiring semakin naiknya harga.

Baca Juga: Resmi Melantai, Saham Adaro Mineral (ADMR) Melesat 35% dan Mentok ARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Terbaru