Rekomendasi

6 Saham Cum Dividen Hari Ini, Yield 5%-7%, Analis Rekomendasi Beli 3 Saham

Rabu, 17 Juni 2026 | 07:21 WIB
6 Saham Cum Dividen Hari Ini, Yield 5%-7%, Analis Rekomendasi Beli 3 Saham

ILUSTRASI. 6 Saham Cum Dividen Hari Ini, Yield 5%-7%, Analis Rekomendasi Beli 3 Saham


Reporter: Adi Wikanto, Dimas Andi  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebanyak enam saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki cum dividen di pasar regular dan negosiasi Hari ini, Rabu 17 Juni 2026. Dari daftar saham cum dividen date, saham manakah yang memiliki prospek cerah untuk investasi?

Cum dividen adalah periode akhir suatu saham mengandung hak pembayaran dividen. Investor yang ingin memperoleh hak atas dividen tunai masih dapat membeli saham-saham tersebut hingga akhir perdagangan hari ini.

Berdasarkan jadwal yang telah diumumkan masing-masing emiten, terdapat enam saham yang memasuki periode cum dividen pada 17 Juni 2026, yakni Telkom Indonesia TbkSat Nusapersada TbkElnusa TbkSteel Pipe Industry of Indonesia TbkKabelindo Murni Tbk, dan Jayamas Medica Industri Tbk.

Dari daftar tersebut, TLKM menjadi emiten dengan potensi dividend yield paling menarik, mencapai sekitar 7,58%berdasarkan harga penutupan saham pada 15 Juni 2026.

Tonton: Whoosh Beri Tarif Dinamis Rp 250 Ribu & DIskon Group 20% pada Libur Tahun Baru Islam

Potensi Dividend Yield Saham Cum Dividen 17 Juni 2026

Perhitungan dividend yield dilakukan dengan membandingkan nilai dividen per saham terhadap harga penutupan saham pada 15 Juni 2026.

Kode Saham Dividen per Saham Harga 15 Juni 2026 Perubahan Harian Estimasi Dividend Yield
TLKM Rp 222,08 Rp 2.930 +2,45% 7,58%
ELSA Rp 44,29 Rp 610 -1,61% 7,26%
PTSN Rp 7,04 Rp 234 +2,63% 3,01%
ISSP Rp 20,00 Rp 388 -2,51% 5,15%
KBLM Rp 7,00 Rp 286 -0,69% 2,45%
OMED Rp 4,08 Rp 202 +3,06% 2,02%

Baca Juga: Dividen 7% & Buyback Jumbo Rp 4 T, Analis Rekomendasi Beli Saham Blue Chip Ini

Jadwal Lengkap Cum Dividen, Ex Dividen, dan Pembayaran Dividen

1. TLKM

  • Dividen tunai: Rp 222,08 per saham
  • Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 17 Juni 2026
  • Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 18 Juni 2026
  • Recording date: 19 Juni 2026
  • Pembayaran dividen: 10 Juli 2026

2. ELSA

  • Dividen tunai: Rp 44,29 per saham
  • Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 17 Juni 2026
  • Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 18 Juni 2026
  • Recording date: 19 Juni 2026
  • Pembayaran dividen: 8 Juli 2026

3. ISSP

  • Dividen tunai: Rp 20 per saham
  • Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 17 Juni 2026
  • Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 18 Juni 2026
  • Recording date: 19 Juni 2026
  • Pembayaran dividen: 10 Juli 2026

Tonton: Diskusi di UGM Memanas! Mahasiswa Hadang dan Kejar Tiga Pejabat Negara, Sempat Terjadi Saling Dorong

4. PTSN

  • Dividen tunai: Rp 7,03521 per saham
  • Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 17 Juni 2026
  • Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 18 Juni 2026
  • Recording date: 19 Juni 2026
  • Pembayaran dividen: 26 Juni 2026

5. KBLM

  • Dividen tunai: Rp 7 per saham
  • Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 17 Juni 2026
  • Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 18 Juni 2026
  • Recording date: 19 Juni 2026
  • Pembayaran dividen: 8 Juli 2026

6. OMED

  • Dividen tunai: Rp 4,08 per saham
  • Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 17 Juni 2026
  • Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 18 Juni 2026
  • Recording date: 19 Juni 2026
  • Pembayaran dividen: 9 Juli 2026

Tonton: Kejagung Temukan Aset Eddy Tansil Rp 82,6 Miliar, Tanah dan Bangunan Disita untuk Negara 

Rekomendasi Saham 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, dari sekian emiten tersebut, ia memfavoritkan TLKM, ELSA, dan ISSP lantaran mampu menawarkan yield dividen di atas 5%. 

Sementara menurut Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi sepakat, saham TLKM cukup menjanjikan berdasarkan kombinasi yield dividen dan fundamental.

Saham TLKM juga diuntungkan oleh rencana pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp 4 triliun dan spin-off InfraNexia yang akan menjadi katalis positif bagi kelangsungan usaha emiten tersebut. 

Wafi juga menyebut, musim dividen akan menjadi sentimen pendukung di tengah tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir, namun bukan sebagai katalis reli yang besar. 

"Sebab, potensi dividend drop usai ex-date biasanya akan menetralkan kenaikan harga saham sebelum cum date," ujar dia, Senin (15/6).

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menilai, saham TLKM dan ELSA dapat menjadi pilihan terbaik bagi investor pemburu dividen, karena kedua menawarkan yield dividen tinggi di atas bunga deposito serta dibekali dengan fundamental yang kuat.

Harry juga menganggap saham-saham pembagi dividen berpotensi banyak dilirik oleh investor sebagai strategi defensif untuk mengamankan keuntungan riil di tengah kondisi pasar yang masih rawan gejolak. Bukan mustahil pula musim dividen ini bisa membantu memberi tenaga bagi IHSG untuk terus melaju.

"Pembagian dividen jumbo dari emiten berkapitalisasi besar berpotensi mendorong penguatan IHSG melalui aksi reinvestment dana dividen oleh investor," kata dia, Senin (15/6).

Baca Juga: SK Hynix Akhirnya Pilih Nasdaq untuk IPO AS, Ternyata Ini Alasannya

Bagi investor berorientasi jangka pendek, Harry menyarankan mereka untuk fokus pada besaran imbal hasil dividen, tingkat likuiditas saham, dan potensi penurunan harga saham saat periode ex-date. Sebaliknya, bagi investor jangka panjang, mereka harus evaluasi konsistensi pertumbuhan laba bersih emiten, rekam jejak rasio pembayaran dividen, serta keberlanjutan bisnis emiten yang bersangkutan.

"Untuk mengukur potensi koreksi, pastikan persentase dividend yield lebih besar daripada estimasi penurunan harga saham pada hari ex-date," jelas Harry.

Nico juga mengingatkan pentingnya agar investor jangan sampai terkena jebakan dividen (dividend trap). Oleh karena itu, investor perlu mencermati fundamental emiten yang hendak membagikan dividen. Terlebih lagi, situasi dan pasar sekarang masih dipenuhi volatilitas dan ketidakpastian, sehingga harga saham berpotensi mengalami perubahan arah secara cepat.

"Belum lagi, ketika pembagian dividen, harga suatu saham pasti mengalami penurunan. Namun, saham dengan fundamental kuat biasanya akan kembali pulih setelah mengalami koreksi harga," terang dia, Senin (15/6).



 

Whoosh Beri Tarif Dinamis Rp 250 Ribu & DIskon Group 20% pada Libur Tahun Baru Islam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru