Cermati Rekomendasi Analis untuk Saham Emiten Menara: TOWR, TBIG dan MTEL

Minggu, 21 Agustus 2022 | 06:35 WIB   Reporter: Yuliana Hema
Cermati Rekomendasi Analis untuk Saham Emiten Menara: TOWR, TBIG dan MTEL


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Emiten menara telekomunikasi dinilai masih punya prospek menarik di sisa tahun ini seiringan berkembangnya bisnis menara. 

Vice President Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menilai bisnis telekomunikasi ini masih terus berkembang dan beberapa emiten masih menunjukkan perbaikan dari sisi pendapatan dan net income

Misalnya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) membukukan kenaikan pendapatan 33,88% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 2,61 triliun di Kuartal I-2022. Laba bersih emiten Grup Djarum ini juga tumbuh 8,15% menjadi Rp 853,5 miliar per Maret 2022. 

Emiten lainnya, pendapatan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) 15,4% yoy menjadi Rp 1,6 triliun pada Kuartal I-2022. Laba bersih TBIG melesat 56,2% yoy menjadi Rp 415 miliar.

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham ERAA, INDF, SMGR, TBIG dari MNC Sekuritas Untuk Selasa (16/8)

Wawan menilai sampai akhir tahun ini sektor menara masih menarik karena didorong dengan beberapa katalis positif. Salah satunya naiknya tren pengguna seluler data. 

"Kemudian operator lebih suka fokus pada penyedia layanan seluler atau data dibandingkan mengurus tower," kata Wawan saat dihubungi Kontan, Kamis (19/8). 

Menurutnya kalau perusahaan operator membutuhkan menara akan cenderung untuk menyewa dan bisa dipakai oleh beberapa operator. Toh, harganya akan lebih murah dibandingkan harus membuat menara baru dan lebih efisien. 

Dari beberapa saham menara, Wawan menjagokan TBIG dan TOWR yang punya return on equity (ROE) tinggi. Mengutip data RTI, ROE TIBG  mencapai 17,16% dan TOWR sebesar 24,48%. 

Baca Juga: Rekomendasi Saham dari Analis di Awal Perdagangan Pekan Ini (15/8)

Selain itu, dia juga menyukai saham Mitratel (MTEL). Dia berpendapat secara valuasi MTEL masih murah tetapi harus disimpan untuk jangka panjang karena Mitratel masih perlu waktu untuk memanfaatkan belanja modal dari dana IPO. 

 

 

"Valuasi murah karena tidak menghasilkan yang lain, otomatis kalau cashflow dan income naik terus MTEL akan merangkak naik. MTEL ini akan bersinar di 2024. Harapannya kalau udah mature REO-nya bisa sebesar TBIG dan TOWR," tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru