KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten SOTS yang mendapatkan suspensi dari BEI. Pada 15 Januari 2026 (hari ini, Kamis), Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, mulai sesi I perdagangan.
Melansir BEI, Alasan utama suspensi adalah peningkatan harga kumulatif yang signifikan dan tren kenaikan harga yang sangat kencang, yang dianggap tidak wajar oleh BEI.
Suspensi dilakukan sebagai bentuk perlindungan bagi investor, agar pelaku pasar memiliki waktu memadai untuk mempertimbangkan keputusan investasi berdasarkan informasi yang tersedia.
Baca Juga: Ada Rencana Merger & Restrukturisasi, Ini Saham BUMN Karya yang Layak Beli
SOTS Naik Tajam
Detail pergerakan saham SOTS sebelum suspensi:Pada perdagangan 14 Januari 2026 (Rabu), saham SOTS ditutup menguat tajam 25,00% menjadi Rp5.025 per saham (naik Rp1.005 dari penutupan sebelumnya Rp4.020 pada 13 Januari).
Harga terendah hari itu Rp4.420, dengan volume transaksi mencapai 4.066.400 saham. Sepanjang 6 bulan terakhir, saham SOTS telah naik di kisaran 1.600%.
Lalu, seperti apa profil dari saham SOTS? Cek lini usaha hingga kinerja keuangan emiten perhotelan ini.
Baca Juga: Saham Bank Big Cap: BBCA, BBNI, BBRI Diprediksi Pulih 2026, Cek Target Harga
Profil Emiten SOTS
PT Satria Mega Kencana Tbk (kode saham: SOTS) merupakan perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2017 dan bergerak di sektor pariwisata serta perhotelan. Perusahaan ini didirikan pada 16 Juni 2004 sebagai perseroan terbatas, sebelum kemudian melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham.
Kantor pusat SOTS beralamat di Jl. Panglima Polim Raya No. 28, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Secara klasifikasi industri, SOTS masuk dalam sektor Barang Konsumen Non-Primer, sub-sektor Jasa Konsumen, industri Pariwisata dan Rekreasi, serta sub-industri Hotel, Resor, dan Kapal Pesiar.
Hingga akhir 2025, kapitalisasi pasar perusahaan berada di kisaran Rp1 triliun, dengan jumlah saham beredar sebanyak 1.000.003.979 lembar dan nilai nominal Rp100 per saham.
Struktur Kepemilikan Saham
Komposisi pemegang saham utama PT Satria Mega Kencana Tbk didominasi oleh pemegang saham pengendali dan keluarga pendiri, antara lain Herman Herry Adranacus (26%), Stevano Rizki Adranacus (24,8%), Indjun (14,19%), dan Vonny Kristiani (9,9%).
Porsi saham publik atau free float tercatat sekitar 25,11%. Struktur kepemilikan ini mencerminkan kontrol internal yang relatif kuat terhadap arah strategis perusahaan.
Baca Juga: Profil Saham SOLA: Emiten Aspal & Konstruksi untuk Proyek Strategis Nasional
Bidang Usaha dan Operasional
SOTS menjalankan kegiatan usaha di bidang properti, perhotelan, dan pariwisata dengan sumber pendapatan utama berasal dari pengelolaan hotel berbintang tiga hingga empat di bawah merek Sotis Hospitality Management.
Portofolio hotel yang dikelola antara lain Sotis Residence Pejompongan dan Sotis Hotel Falatehan di Jakarta, Sotis Villa Canggu di Bali, serta pengembangan resor di Sumba melalui anak usaha PT Tanjung Karoso Permai.
Kegiatan usaha dibagi ke dalam beberapa segmen, yakni segmen hotel (penyewaan kamar, makanan dan minuman, serta layanan pendukung seperti spa), segmen properti (pengembangan dan pengelolaan resor), serta segmen pariwisata yang berfokus pada destinasi wisata alam di kawasan Indonesia timur.
Mayoritas pendapatan perusahaan berasal dari pasar domestik sekitar 80%, sementara sisanya dari wisatawan mancanegara.
Pada kuartal III 2025, pendapatan dari segmen hotel tercatat sebesar Rp5,554 miliar, tumbuh sekitar 14,56% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat okupansi rata-rata berada pada kisaran 65–70%, sejalan dengan pemulihan sektor pariwisata nasional.
Baca Juga: Naik Tinggi Hingga ARA, Cek Saham yang Masih Layak Investasi & yang Harus Dihindari
Strategi dan Tantangan Bisnis
Sebagai emiten di sektor siklikal, SOTS menghadapi berbagai tantangan seperti fluktuasi tingkat hunian hotel akibat kondisi ekonomi dan pariwisata, persaingan dengan jaringan hotel internasional, serta eksposur terhadap nilai tukar asing untuk segmen wisatawan mancanegara. Selain itu, perusahaan juga memiliki ketergantungan pada pembiayaan perbankan dan transaksi dengan pihak berelasi.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, strategi perusahaan mencakup digitalisasi sistem reservasi, kerja sama dengan platform pemesanan daring, peningkatan efisiensi operasional, serta diversifikasi pendapatan melalui rencana ekspansi ke bisnis restoran di Bali. Perusahaan juga menargetkan pengurangan biaya energi dan menjalankan program tanggung jawab sosial sebagai bagian dari komitmen ESG.
Baca Juga: MSKY Melonjak 100% dalam 6 Bulan, Cek Profil dan Kinerja dari Emiten TV Berbayar
Struktur Grup dan Sumber Daya Manusia
Struktur grup SOTS mencakup beberapa entitas anak, dengan PT Dwimukti Mitra Wisata sebagai pengelola hotel Sotis dan PT Tanjung Karoso Permai sebagai pengembang resor di Sumba. Hingga akhir 2025, perusahaan mempekerjakan sekitar 200 karyawan yang tersebar di berbagai unit usaha.
Direksi dan Dewan Komisaris
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham dan data manajemen terkini hingga November 2025, susunan pengurus PT Satria Mega Kencana Tbk adalah sebagai berikut:
Direksi
- Floreta Tane – Presiden Direktur (Direktur Utama).
- Sorta Delima Rosida Elisabeth Cesilia Purba – Direktur Independen.
Dewan Komisaris
- Stevano Rizki Adranacus – Presiden Komisaris (Komisaris Utama).
- Husni Heron – Komisaris Independen.
Kinerja Keuangan Q3 2025
Melansir data BEI, Satria Mega Kencana melaporkan pendapatan sekitar Rp4,45 miliar pada kuartal terakhir yang tersedia, menunjukkan aktivitas usaha dari sektor hotel dan jasa pariwisata, meskipun realisasi ini lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya.
Laba usaha masih negatif, mencerminkan tekanan biaya dan kondisi bisnis yang belum sepenuhnya pulih.
Perusahaan membukukan laba bersih negatif sekitar -Rp3,97 miliar dalam kuartal terakhir, dengan Earnings per Share (EPS) sekitar -4. Angka ini menunjukkan bahwa hingga periode laporan terakhir, SOTS masih belum mencatatkan laba bersih positif dan masih mengalami kerugian.
Tonton: Yayasan Milik Bill Gates Tunjuk Sri Mulyani Jadi Dewan Pengurus
Selanjutnya: Biru & Pertamina Patra Niaga Integrasikan Biru di SPBU,Perkuat Bisnis Non-Fuel Retail
Menarik Dibaca: Promo Sultan Isra Miraj di Emado’s 8 Ayam & 10 Porsi Nasi Mandhi Harga Spesial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News