KONTAN.CO.ID - Simak profil saham PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY). Emiten ini mencuri perhatian pasar seiring kenaikan harga saham setelah naik Rp57,00 atau sekitar 103,64% dalam 6 bulan terakhir.
Hal ini yang mencerminkan meningkatnya perhatian investor retail terhadap prospek perusahaan. Meski begitu, saham MSKY turun rentang 5-6% pada sesi pertama perdagangan Selasa (13/1).
Pergerakan positif ini dinilai tidak lepas dari sentimen perbaikan kinerja operasional, langkah efisiensi yang mulai berdampak, serta ekspektasi pemulihan industri media berbayar di tengah adaptasi ke era digital.
Kenaikan saham MSKY menjadi sinyal bahwa pelaku pasar melihat potensi nilai jangka menengah, meskipun perusahaan masih menghadapi tantangan struktural akibat persaingan platform streaming.
Baca Juga: Inilah Saham Emiten EMAS yang Layak Dipantau Kala Harga Emas Dunia Rekor Tertinggi
Lalu, seperti apa profil emiten MSKY? Cek informasi menarik selengkapnya.
Profil Emiten MSKY
PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) merupakan salah satu pelaku utama industri televisi berbayar di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada 8 Agustus 1988 dengan nama awal PT Malicak Nusa Semesta dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2012.
Saat IPO, MSKY mencatatkan penawaran umum perdana terbesar di Indonesia dengan nilai sekitar Rp2,15 triliun. Saat ini, saham MSKY tercatat di papan pengembangan BEI dan bergerak di sektor barang konsumen non-primer, subsektor media dan hiburan.
MSKY merupakan anak usaha PT MNC Vision Networks Tbk yang menguasai sekitar 91,9% saham, bagian dari ekosistem besar MNC Group.
Struktur ini memberi MSKY dukungan strategis berupa akses konten premium, jaringan distribusi nasional, serta sinergi dengan entitas media MNC lainnya. Sisanya dimiliki oleh publik.
Baca Juga: Peluang PTRO Masuk MSCI: Analis Beri Target Harga Rp 14.000
Operasional MSKY
Dalam operasionalnya, MSKY berfokus pada layanan televisi berbayar berbasis satelit dengan jangkauan nasional melalui lebih dari 100 cabang.
Perusahaan dikenal sebagai pionir TV berbayar di Indonesia melalui merek Indovision, yang kini bertransformasi menjadi MNC Vision, serta melayani segmen menengah melalui Top TV dan Okevision.
Pendapatan berasal dari layanan berlangganan, biaya pemasangan, serta penjualan perangkat dan iklan.
Didukung satelit berfrekuensi S-Band yang tahan cuaca, MSKY mampu menjaga kualitas siaran di seluruh wilayah Indonesia. Hingga akhir periode pelaporan, jumlah pelanggan tercatat sekitar 1,3 juta.
Baca Juga: Bedah Profil Emiten KOCI: Saham Properti yang Harganya Melesat 80% Sebulan Terakhir
Susunan Direksi MSKY
Dari sisi manajemen, MSKY dipimpin oleh jajaran direksi dan komisaris yang berpengalaman di industri media, dengan fokus pada adaptasi bisnis di tengah perubahan perilaku konsumen dan persaingan dari platform digital.
Direksi
| Nama | Jabatan | Terafiliasi |
|---|---|---|
| Endang Mayawati | Direktur Utama | Ya |
| Herman Kusno | Wakil Direktur Utama | Ya |
| Yohanes Yudistira | Direktur | Ya |
| Adita Widyansari | Direktur | Ya |
| Ruby Budiman | Direktur | Ya |
| Henry Wijadi | Direktur | Ya |
Komisaris
| Nama | Jabatan | Independen |
|---|---|---|
| Ruby Panjaitan | Komisaris Utama | Tidak |
| Rachmat Nurhadi | Komisaris | Tidak |
| Jonathan Chandra | Komisaris | Ya |
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Saham Calon Anggota Indeks Global MSCI Februari 2026
Keuangan Q3 2025 (Per September 2025)
Melansir data BEI, MSKY menghadapi tantangan di 2025, dengan laporan keuangan triwulan III (September 2025) menunjukkan pendapatan Rp 100,72 miliar, naik tipis 0,85% dari triwulan sebelumnya, namun rugi bersih mencapai Rp 51,13 miliar (EPS -5,16).
Secara tahunan (TTM hingga September 2025), pendapatan mencapai Rp 497,01 miliar, dengan EBITDA Rp 204,03 miliar, tetapi rugi bersih Rp 133,11 miliar (EPS -13,40) dan margin laba -26,78%.
Penurunan pendapatan triwulanan yoy mencapai -51,2%, meskipun ada lonjakan laba bersih yoy 1.776% untuk periode Januari-September 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, didorong efisiensi biaya dan peningkatan laba bruto 685%.
Demikian informasi mengenai profil saham PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY).
Tonton: Perjalanan Karier Hasan Aula: Dari Pekerja Pabrik Hingga Jadi Wadirut Erajaya
Selanjutnya: OJK Jelaskan Alasan Tak Adanya Ketentuan Praktik Gesek Tunai di POJK BNPL
Menarik Dibaca: Paket 5 Pizza Favorit + 5 Minuman Hanya Rp 100.000, Siap-Siap Serbu Promo PHD
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News