IHSG naik lima hari berturut-turut, ada potensi profit taking pada Kamis (14/1)

Rabu, 13 Januari 2021 | 20:20 WIB   Reporter: Nur Qolbi
IHSG naik lima hari berturut-turut, ada potensi profit taking pada Kamis (14/1)

ILUSTRASI. IHSG ditutup di zona hijau dengan kenaikan 0,62% ke level 6.435,21 pada Rabu (13/1).

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona hijau dengan kenaikan 0,62% ke level 6.435,21 pada Rabu (13/1). Dengan begitu, IHSG sudah naik lima hari berturut-turut. Investor asing juga masih membukukan beli bersih senilai Rp 992,84 miliar di seluruh pasar.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan, kenaikan IHSG didorong oleh saham sektor pertambangan yang meningkat 4,17% dan industri dasar yang naik 1,56%. Menurut Dennies, kenaikan ini mencerminkan respons positif pelaku pasar terhadap program vaksinasi Covid-19 yang dimulai hari ini.

Untuk perdagangan Kamis (14/1), Dennies memprediksi, IHSG berpeluang kembali menguat meski terbatas. Menurut perhitungan dia, IHSG akan bergerak dengan support 1 di level 6.397, support 2 di 6.359, resistance 1 di 6.468, dan resistance 2 di 6.501.

Dari segi fundamental, investor akan mencermati beberapa data ekonomi serta perkembangan pemberian vaksin Covid-19 di Indonesia. Sementara secara teknikal, pergerakan IHSG sebenarnya masih berada dalam bullish channel namun membentuk doji di area jenuh beli.

Baca Juga: IHSG menguat di Januari 2021, saham-saham ini jadi pilihan Mirae Asset Sekuritas

"Hal ini mengindikasikan rentang pergerakan yang terbatas dan adanya potensi koreksi ataupun profit taking dalam jangka pendek," kata Dennies, Rabu (13/1).

Bernada serupa, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi juga melihat indikasi pergerakan yang menjenuh pada IHSG. Oleh karena itu, ia memperkirakan, IHSG pada Kamis (14/1) akan cenderung terkonsolidasi melemah dengan support di level 6.325 dan resistance 6.465.

Meskipun begitu, ada sejumlah saham yang masih dapat dicermati secara teknikal. Sebut saja PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Baca Juga: IHSG menguat 6,09% sepekan, net buy asing mencapai Rp 7,26 triliun

Editor: Wahyu T.Rahmawati
Terbaru