KONTAN.CO.ID - SpaceX dikabarkan akan menetapkan harga penawaran saham perdana (IPO) sebesar US$135 per saham atau sekitar Rp2,42 juta per saham.
Dengan harga tersebut, perusahaan antariksa milik Elon Musk berpotensi menghimpun dana hingga US$75 miliar atau setara Rp1.345,5 triliun.
Jika terealisasi, aksi korporasi ini akan menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah pasar modal global.
Menurut laporan Reuters, SpaceX berencana menjual sekitar 555,6 juta saham baru kepada investor. Langkah tersebut akan menempatkan valuasi perusahaan di kisaran US$1,75 triliun atau sekitar Rp31.395 triliun.
Roadshow atau presentasi kepada calon investor dijadwalkan dimulai pada 4 Juni 2026. Sementara itu, saham SpaceX diperkirakan mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq pada 12 Juni dengan kode saham SPCX.
Baca Juga: AS Sanksi Bursa Kripto Terbesar Iran, Nobitex Dituduh Bantu IRGC
Harga IPO SpaceX Tidak Biasa
Biasanya, perusahaan yang akan melantai di bursa terlebih dahulu mengumumkan kisaran harga saham, kemudian menentukan harga final setelah melihat minat investor selama masa penawaran.
Namun SpaceX disebut langsung mematok harga US$135 per saham sebelum roadshow dimulai.
Pakar hukum pasar modal dari Wilson Sonsini Goodrich & Rosati, Weiheng Chen, menilai langkah tersebut mencerminkan kepercayaan diri Elon Musk terhadap daya tarik SpaceX di mata investor.
"Musk hanya mengambil pendekatan 'ambil atau tinggalkan', yang bekerja untuk para pengikutnya dan juga masuk akal mengingat kondisi pasar serta minimnya perusahaan pembanding," kata Chen.
Dana IPO untuk AI dan Starlink
Dana segar yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk memperluas kapasitas komputasi kecerdasan buatan (AI) dan mengembangkan jaringan satelit Starlink yang saat ini menjadi tulang punggung bisnis SpaceX.
Awal tahun ini, SpaceX juga bergabung dengan perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, dalam transaksi yang menilai bisnis roket dan satelit tersebut sebesar US$1 triliun, sementara xAI memiliki valuasi sekitar US$250 miliar.
Selain bisnis satelit, SpaceX juga menawarkan visi pertumbuhan jangka panjang yang ambisius, mulai dari misi ke Mars hingga pembangunan pusat data AI di luar angkasa.
Baca Juga: Saham Bursa AS Anjlok Usai Perpetual Futures Kripto Disetujui Regulator
Peluang dan Risiko untuk Investor
Morningstar baru-baru ini menaksir valuasi SpaceX hanya sekitar US$780 miliar atau Rp13.993 triliun, jauh di bawah target valuasi IPO yang mencapai US$1,75 triliun.
Menurut Morningstar, sebagian besar bisnis yang saat ini menghasilkan keuntungan masih berasal dari Starlink.
Kinerja keuangan SpaceX juga masih menjadi sorotan. Pada 2025, perusahaan membukukan pendapatan sekitar US$18,67 miliar atau Rp335 triliun, namun mencatat rugi bersih sebesar US$4,94 miliar atau sekitar Rp88,6 triliun.
Meski demikian, SpaceX tetap menjadi salah satu IPO yang paling dinantikan karena perusahaan belum memiliki pesaing langsung dengan skala bisnis yang setara.
Baca Juga: Morningstar Ragukan Bisnis AI SpaceX, Valuasi Dinilai Kemahalan
Fakta Penting IPO SpaceX
Bagi investor yang sedang mempertimbangkan untuk mengikuti IPO ini, berikut sejumlah poin penting yang perlu diketahui:
- Harga IPO: US$135 per saham (sekitar Rp2,42 juta)
- Dana yang ditargetkan: US$75 miliar (sekitar Rp1.345,5 triliun)
- Valuasi target: US$1,75 triliun (sekitar Rp31.395 triliun)
- Jumlah saham yang dijual: 555,6 juta saham
- Roadshow investor: 4 Juni 2026
- Perkiraan debut di Nasdaq: 12 Juni 2026
- Kode saham: SPCX
- Dana IPO digunakan untuk pengembangan AI dan ekspansi Starlink
- Elon Musk diwajibkan menahan kepemilikan sahamnya selama 366 hari setelah IPO
Dengan valuasi lebih dari Rp31.000 triliun dan target penghimpunan dana lebih dari Rp1.300 triliun, IPO SpaceX berpotensi menjadi salah satu momen besar di pasar saham global tahun ini.
Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan prospek bisnis, valuasi, serta risiko yang melekat sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
Baca Juga: Dividen MPMX Rp170 per Saham Siap Cair: Intip Profil Emiten Konsumer Otomotif Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News