Emiten

Laba Bersih Emiten Saham Orang Terkaya Indonesia Ini Tahun 2025 Naik Hampir 300%

Kamis, 26 Maret 2026 | 05:31 WIB
Laba Bersih Emiten Saham Orang Terkaya Indonesia Ini Tahun 2025 Naik Hampir 300%

ILUSTRASI. Laba Bersih Emiten Saham Orang Terkaya Indonesia Ini Tahun 2025 Naik Hampir 300%


Reporter: Dimas Andi  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu emiten saham milik orang terkaya Indonesia, Prajogo Pangestu, yakni PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mampu mencatatkan hasil kinerja keuangan positif sepanjang 2025, baik dari sisi top line maupun bottom line. Laba CDIA tahun 2025 meroket hampir 300%.

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan CDIA tumbuh 44,77% year on year (yoy) menjadi US$ 148,03 juta pada 2025. Pada tahun sebelumnya, emiten milik Prajogo Pangestu ini meraih pendapatan US$ 102,25 juta.

Mayoritas pendapatan CDIA pada 2025 berasal dari segmen penjualan daya listrik dan jasa ketenagalistrikan lainnya sebesar US$ 95,29 juta. Setelah itu diikuti oleh pendapatan dari segmen jasa sewa kapal sebesar US$ 34,63 juta, segmen penjualan bahan bakar sebesar US$ 10,55 juta, segmen sewa tangki dan dermaga US$ 5,56 juta, segmen jasa angkutan kapal US$ 1,75 juta, dan segmen sewa gudang US$ 254.908.

CDIA turut mengalami kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 22,71% yoy menjadi US$ 112,64 juta pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni US$ 91,79 juta.

Baca Juga: Harga Saham Lapis Kedua Anjlok? Ini Cuan Tersembunyi yang Perlu Diketahui Investor!

Hasil ini membuat laba kotor CDIA tercatat sebesar US$ 35,39 juta pada 2025 atau meningkat 238,01% yoy dibandingkan laba kotor tahun 2024 sebesar US$ 10,47 juta.

CDIA juga membukukan lonjakan laba sebelum pajak sebesar 285,91% yoy menjadi US$ 132,06 juta pada 2025, dari sebelumnya US$ 34,22 juta.

Capaian ini dipengaruhi oleh kenaikan keuntungan bersih lain-lain sebanyak 1.524,04% yoy menjadi US$ 76,33 juta pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya US$ 4,70 juta. Selain itu, pendapatan keuangan CDIA juga tumbuh 18,63% yoy dari US$ 20,51 juta pada 2024 menjadi US$ 24,33 juta pada 2025.

Tonton: Respons Gejolak Energi, Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Baru

Pendapatan CDIA dari aset keuangan juga naik 97,34% yoy dari US$ 11,28 juta pada 2024 menjadi US$ 22,26 juta pada 2025. Begitu pula dengan laba entitas asosiasi CDIA ikut naik 5,09% yoy dari US$ 11,80 juta pada 2024 menjadi US$ 12,40 juta pada 2025.

CDIA mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak US$ 121,05 juta pada 2025. Angka ini melonjak 285,26% yoy dibandingkan laba bersih perusahaan pada 2024 yaitu US$ 31,42 juta.

Hingga akhir 2025, total aset yang dimiliki ENRG tercatat sebesar US$ 1,74 miliar. Nilai tersebut terdiri dari liabilitas sebesar US$ 607,90 juta dan ekuitas US$ 1,14 miliar.


 

Respons Gejolak Energi, Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru