KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten INPC yang menjadi sorotan investor ritel. Saham perbankan ini tercatat naik 50% lebih dalam sebulan terakhir per 6 Januari 2026.
INPC merupakan saham dari PT Bank Artha Graha Internasional Tbk yang merupakan salah satu bank umum swasta yang bergerak di sektor jasa keuangan dan perbankan di Indonesia.
Lalu, seperti apa profil emiten INPC? Cek penjelasan usaha hingga kinerja keuangan selengkapnya.
Baca Juga: Saham Bank Blue Chip Tertekan di Awal 2026, Waktunya Akumulasi atau Jual?
1. Profil INPC
Melansir laman Bank Artha Graha, INPC awalnya dikenal sebagai PT Bank Inter-Pacific Tbk sebelum berganti nama menjadi Bank Artha Graha Internasional pada tahun 2005.
Bank beroperasi melalui berbagai segmentasi layanan keuangan untuk nasabah ritel dan korporasi di dalam negeri.
Kantor pusat INPC berada di Jakarta Selatan, dan bank ini memiliki jaringan operasi mencakup kantor cabang, kantor cabang pembantu, serta jaringan ATM di berbagai kota besar di Indonesia.
Layanan yang diberikan mencakup produk simpanan, pinjaman, layanan e-banking, serta jasa Treasury.
Baca Juga: Harga Saham Blue Chip LQ45 Rontok Tahun 2025, Cek Prospek 2026
2. Usaha dan Layanan
INPC menjalankan bisnisnya melalui beberapa segmen utama:
- Segmen Produktif dan Konsumer: layanan pinjaman modal kerja, pinjaman konsumen, dan kredit untuk usaha kecil menengah.
- Segmen Retail & Treasury: tabungan, giro, deposito berjangka, serta layanan pasar uang dan investasi.
- E-Banking dan Digital Services: internet banking ritel, mobile banking, virtual account, sistem billing, payroll, e-statement, dan layanan terkait perbankan digital.
- Fasilitas Tambahan: safe deposit box dan notifikasi transaksi melalui ATM/online
Baca Juga: Profil Saham BRMS: Intip Emiten dan Kinerja Keuangan dari Anak Usaha Bakrie Group
3. Susunan Direksi
Susunan manajemen inti INPC berdasarkan data publik adalah sebagai berikut:
Direksi
| Jabatan | Nama |
|---|---|
| Direktur Utama | Andy Kasih |
| Wakil Direktur Utama | Christina Harapan |
| Direktur | Indra Sintung Budianto |
| Direktur | Indrastomo Nugroho |
| Direktur | Handoyo Soedirdja |
Baca Juga: Harga Saham Bank Melemah Hari Pertama Tahun 2026, Apakah Koreksi Akan Berlanjut?
Dewan Komisaris
| Jabatan | Nama |
|---|---|
| Komisaris Utama | Kiki Syahnakri |
| Wakil Komisaris Utama | Tomy Winata |
| Wakil Komisaris Utama | Sugianto Kusuma |
| Komisaris | Elizawatie Simon |
| Komisaris | Pesta Uli Sitanggang |
Baca Juga: Profil Emiten EMTK: Intip Direksi hingga Kinerja Keuangan dari Induk SUPA
Pendapatan, Laba, dan NPL Q3 2025
Melansir data BEI, pada sembilan bulan pertama tahun 2025 (9M25), INPC mencatat total pendapatan (revenue) sekitar Rp 1.270,4 miliar.
Laba bersih yang dibukukan pada Q3 2025 adalah sekitar Rp 55,7 miliar, turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini turun secara signifikan dibandingkan periode sama tahun 2024 sebesar Rp127 miliar (penurunan sekitar 56%).
Sementara itu, asio Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) hingga kuartal III 2025 berdasarkan laporan keuangan resmi:
Per 30 September 2025, rasio NPL terhadap total kredit (gross NPL) tercatat 1,15 %, naik dibandingkan 0,89 % pada periode yang sama tahun sebelumnya (Q3 2024).
Indo Premier
Rasio aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif pada periode yang sama adalah 0,68 %, menurun dari 1,07 % pada Q3 2024.
Demikian informasi mengenai profil emiten INPC yang sahamnya naik 50% lebih dalam sebulan terakhir.
Tonton: Prabowo: Dengan Bangga Saya Sampaikan Indonesia Sudah Swasembada Beras
Selanjutnya: IHSG Naik 0,26% ke 8.882 pada Sesi I Selasa (6/1), AMMN, ADMR, NCKL Top Gainers LQ45
Menarik Dibaca: Kim Seon-ho dan Go Youn-jung Siap Beri Kejutan Penggemar di Jakarta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News