KONTAN.CO.ID - SImak profil saham COAL yang naik 170% dalam 6 bulan. Sektor batubara menjadi salah satu pilihan investor retail.
Memasuki awal tahun 2026, saham COAL menunjukkan kinerja yang sangat impresif. Dalam periode sekitar enam bulan terakhir (Juli 2025 hingga Januari 2026), harga saham COAL melonjak sekitar 168%, sejalan dengan sentimen positif sektor batubara meskipun harga komoditas bersifat fluktuatif.
Per 23 Januari 2026, harga saham COAL tercatat di level Rp89, dengan rentang harga tertinggi 52 minggu mencapai Rp148. Dalam jangka pendek, saham ini mengalami koreksi sekitar 2,25% dalam satu bulan terakhir, namun masih mencatatkan kenaikan sekitar 1,16% dalam sepekan.
Lalu, seperti apa informasi profil dari saham pertambangan ini? Cek penjelasan profil emiten COAL.
Baca Juga: 11 Daftar Saham Bakrie 2026: Cek Saham Induk hingga Sub-Holding
Profil saham COAL
Melansir laman BEI, PT Black Diamond Resources Tbk (kode saham: COAL) merupakan emiten di Bursa Efek Indonesia yang bergerak di sektor pertambangan batubara. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2017 dengan nama awal PT Black Diamond Borneo.
COAL mengelola konsesi tambang batubara yang berlokasi di Distrik Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dengan total luas area mencapai 4.883,17 hektare, meliputi area pit, stockpile, serta jalan hauling.
Akses menuju area tambang didukung oleh jalan utama yang terhubung ke jetty di Palangkaraya.
Pada tahun 2026, COAL menargetkan peningkatan produksi batubara hingga 1 juta ton per tahun. Selain itu, perusahaan juga membuka peluang ekspansi ke sektor pertambangan mineral melalui anak usaha.
Baca Juga: Orang Terkaya Indonesia Borong Tiga Saham Berikut Saat Harga Saham Anjlok
Dalam pengembangan usahanya, COAL berkomitmen menjalankan pertumbuhan secara organik maupun melalui akuisisi, dengan tujuan mencakup seluruh rantai pasok batubara bagi pelanggan, mulai dari eksplorasi, penambangan, hingga produksi.
Perusahaan juga menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang mencakup transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan keadilan.
Selain itu, COAL aktif menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR), antara lain melalui bantuan sosial dan kerja sama dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
COAL memiliki anak usaha, PT Dayak Membangun Pratama (DMP), yang berperan dalam transformasi digital perusahaan, termasuk kolaborasi dengan SAP Indonesia. Kantor pusat COAL beralamat di Centennial Tower Lantai 21, Jl. Gatot Subroto No. 24–25, Jakarta 12930.
Baca Juga: Peluang Cuan: 7 Emiten Buyback, Harga Saham Berpotensi Naik, Cek yang Layak Beli
Pemegang saham dan Manajemen
Pemegang saham pengendali utama COAL adalah Sujaka Lays dengan kepemilikan sekitar 34,89%, setelah melakukan penjualan sebagian saham pada akhir 2025 yang menghasilkan dana sekitar Rp6,37 miliar.
Susunan manajemen COAL terdiri atas:
- Presiden Komisaris: Arie Rinaldi
- Komisaris Independen: Alycius Hendry
- Direksi: Donny Janson
Perlu dicatat bahwa data ini bersumber dari informasi publik dan dapat berubah seiring dinamika perusahaan, mengingat COAL pernah mengalami pergantian jajaran manajemen sebelumnya.
Baca Juga: Proyek Danantara Waste to Energy Mengguncang Bursa, Saham Ini Berpotensi Terbang
Kinerja Keuangan Kuartal III 2025 (9M25)
Melansir BEI terkait laporan keuangan konsolidasian hingga September 2025, kinerja keuangan COAL mengalami tekanan akibat penurunan harga batubara dan meningkatnya biaya operasional.
Ringkasan kinerja keuangan adalah sebagai berikut:
- Pendapatan: Rp241,31 miliar, turun 18,9% secara tahunan dari Rp297,57 miliar pada periode yang sama tahun 2024.
- Beban Pokok Penjualan: Rp179,92 miliar, menurun dari Rp219,09 miliar.
- Laba Bersih: Rp31,26 miliar, turun 26,7% secara tahunan akibat pelemahan pendapatan dan penurunan marjin.
Itulah profil saham COAL yang mengalami kenaikan hingga 170% dalam 6 bulan.
Tonton: Penerbangan AS Terganggu Badai Dingin
Selanjutnya: PGEO Jadi Pelaksana Penugasan Survei Wilayah Panas Bumi Cubadak Panti
Menarik Dibaca: Poco M8: Raja Layar Lengkung dan 4 Tahun Update, Siap Geser Pesaing?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News