Masa Depan BIPI: Cek Profil Emiten yang Segera Divestasi Batu Bara

Selasa, 21 April 2026 | 11:02 WIB
Masa Depan BIPI: Cek Profil Emiten yang Segera Divestasi Batu Bara

ILUSTRASI. Suasana kantor PT. Astrindo Nusantara Infrastruktur (KONTAN/Baihaki)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Intip profil emiten BIPI yang segera divestasi sektor batu bara. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sedang menjajaki divestasi anak usaha batu bara dengan status: sudah tahap lanjut & diskusi dengan calon pembeli.

Melansir laman resmi BIPI, tujuan utama untuk transformasi ke energi baru terbarukan (EBT) dan optimalisasi portofolio bisnis Selain itu, BIPI mulai fokus pada ESG (Environmental, Social, Governance).

Manajemen menyebut langkah ini sebagai strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan batu bara. Sehingga, BIPI bisa masuk ke energi bersih, gas, dan teknologi rendah emisi.

Sementara itu, kinerja saham BIPI tercatat dalam 1 bulan terakhir naik Rp60,00 (28,04%) ke Rp274,00/saham di perdagangan sesi 1 hari Selasa (21/4).

Lalu, seperti apa kinerja dari emiten ini? Berikut profil PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk selengkapnya.

Baca Juga: Pabrik VKTR Diresmikan Presiden Prabowo, Cek Profil Emiten hingga Kinerjanya

Profil BIPI

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) merupakan perusahaan yang bergerak di sektor infrastruktur energi dan sumber daya alam. Perusahaan ini berdiri pada 2007 dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2010.

Awalnya, BIPI fokus di sektor minyak dan gas (migas), kemudian bertransformasi ke infrastruktur dan pertambangan, khususnya batu bara.

Sejak 2018, perseroan resmi menggunakan nama Astrindo Nusantara Infrastruktur dan mulai memperluas portofolio energi.

Baca Juga: Pendapatan ASLC Sentuh Rp1 Triliun, Cek Profil Emiten Otomotif Digital Ini

Lini Usaha

Saat ini, bisnis BIPI cukup terintegrasi di sektor energi, meliputi:

  • Pertambangan batu bara
  • Infrastruktur tambang (pelabuhan, hauling, crushing)
  • Jasa distribusi/logistik batu bara
  • Pengelolaan konsesi tambang (termasuk di Sumatera Selatan)

Operasional ini dijalankan melalui sejumlah anak usaha seperti:

  • PT Mitratama Perkasa
  • PT Nusa Tambang Pratama
  • PT Putra Hulu Lematang
  • Nusantara Mining Limited

Selain itu, BIPI mulai masuk ke:

  • Energi hijau & pengolahan limbah
  • Infrastruktur energi rendah emisi
  • Kinerja & Pergerakan Terbaru.

Baca Juga: Saham LAJU Sempat Melesat, Cek Profil Emiten Logistik hingga Kinerja Keuangan

Dari sisi pasar dan operasional:

Saham BIPI sempat mengalami kenaikan signifikan (lebih dari 100% YtD) di 2026. Hal ini didorong oleh masuknya investor strategis (Grup Bakrie) hingga ekspektasi transformasi bisnis energi.
Perseroan menargetkan adanya peningkatan produksi batu bara hingga ~8 juta ton jangka menengah. Kinerja diperkirakan membaik seiring dengan harga energi global dan peningkatan volume produksi

Selain itu, pada Februari 2026 Bakrie Capital Indonesia masuk sebagai pemegang saham (~6%) dengan nilai investasi sekitar Rp948 miliar.

Baca Juga: Saham ASHA Melonjak Awal Pekan, Cek Profil Emiten Perikanan dan Kinerjanya

Susunan manajemen

Berikut ini susunan direksi dan dewan Komisaris dari BIPI.

Direksi

Nama Posisi Terafiliasi
Raymond Anthony Gerungan Direktur Utama Ya
Wong Michael Direktur Ya
Ferdy Yustianto Direktur Ya
Andreas Kastono Ahadi Direktur Ya

Dewan Komisaris

Nama Posisi Independen
Dwi Wahyu Daryoto Komisaris Ya
Achmad Widjaja Komisaris Utama Ya
Andi Ariefandra Putra Jakile Komisaris Tidak

Baca Juga: Saham GIAA Tercatat ARA: Cek Profil Emiten, Lini Usaha, hingga Kinerjanya

Kinerja Keuangan Q3 2025

Melansir laman IDX, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mencatat kinerja yang menurun secara tahunan (year on year/YoY) hingga kuartal III 2025.

Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp 90,4 miliar, berbalik dari laba bersih Rp 54,2 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Sejalan dengan itu, pendapatan turun 45,8% YoY menjadi Rp 3,43 triliun dari sebelumnya Rp 6,33 triliun. Laba kotor juga merosot 55,7% YoY menjadi Rp 447,8 miliar, sementara EBITDA terkoreksi 30,5% YoY menjadi Rp 883,2 miliar.

Penurunan kinerja ini turut berdampak pada rugi bersih per saham yang tercatat sebesar Rp 1,42 per lembar.

Demikian profil emiten BIPI dari lini usaha hingga rencana terbarunya.

Tonton: Kapal Kargo Ditembak, Iran Ancam Balas AS Konflik di Ambang Ledakan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru