Wall Street Ditutup Bervariasi, Dow Jones Rekor dan Nasdaq Merosot

Rabu, 17 Juni 2026 | 06:05 WIB
Wall Street Ditutup Bervariasi, Dow Jones Rekor dan Nasdaq Merosot

ILUSTRASI. Wall Street (REUTERS/Andrew Kelly)


Sumber: Reuters  | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (16/6) waktu Amerika Serikat.

Indeks Dow Jones Industrial Average kembali mencetak rekor penutupan tertinggi, sementara Nasdaq Composite dan S&P 500 melemah akibat aksi ambil untung pada saham-saham teknologi.

Meski harga minyak turun ke level terendah sejak awal Maret, investor memilih lebih berhati-hati menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Mengutip laporan Reuters, Dow Jones naik 328,64 poin atau 0,64% ke level 51.999,67. Sebaliknya, S&P 500 turun 42,94 poin atau 0,57% ke posisi 7.511,35, sedangkan Nasdaq Composite merosot 307,60 poin atau 1,15% menjadi 26.376,34.

Baca Juga: Wall Street Temukan Formula Baru untuk Menangani IPO Raksasa

Saham Teknologi Jadi Penekan Utama

Sektor teknologi di indeks S&P 500 turun 2,3% dan menjadi sektor dengan kinerja terburuk pada perdagangan hari itu.

Sementara itu, indeks semikonduktor Philadelphia merosot hingga 5,7% setelah mencatat reli kuat dalam beberapa sesi sebelumnya.

Di sisi lain, sektor keuangan menguat 1,5% dan menjadi sektor dengan kenaikan terbesar, disusul sektor industri yang naik 0,7%.

Di tengah pelemahan saham teknologi secara umum, SpaceX justru mencuri perhatian investor.

Saham perusahaan milik Elon Musk itu naik 4,8% dan ditutup di level US$ 201,80 setelah sempat menyentuh rekor tertinggi US$ 225,64.

Baca Juga: SK Hynix Akhirnya Pilih Nasdaq untuk IPO AS, Ternyata Ini Alasannya

Investor Menunggu Sinyal The Fed

Perhatian pasar kini tertuju pada hasil rapat The Fed yang akan diumumkan pada Rabu (17/6) waktu setempat.

Mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%. Namun investor tetap menunggu petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.

Selain keputusan suku bunga, pasar akan mencermati komentar Ketua The Fed Kevin Warsh terkait inflasi, pasar tenaga kerja, dan prospek ekonomi Amerika Serikat.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan suku bunga akan tetap bertahan sepanjang sebagian besar tahun ini.

Meski demikian, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember masih berada di kisaran 43%.

Baca Juga: China Bersiap Sambut Tren IPO Antariksa Usai Rekor SpaceX

Pergerakan Saham Individual

Saham Olin turun 5,9% setelah produsen bahan kimia tersebut mengumumkan akuisisi Huntsman melalui transaksi seluruh saham senilai US$ 2,43 miliar.

Sementara itu, saham Huntsman anjlok 17% karena harga penawaran yang diajukan berada di bawah harga pasar sebelumnya.

Di sektor konsumen, saham Yum Brands naik 1,9% setelah perusahaan mengumumkan rencana penjualan jaringan Pizza Hut senilai US$ 2,7 miliar.

Langkah tersebut dilakukan di tengah persaingan yang semakin ketat dan kondisi belanja konsumen yang masih cenderung lemah.

Baca Juga: Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Menguat Usai Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru