Khusus Hari Ini, Emiten BUMN Batubara Ini Punya Dividen Rp 114/Saham, Beli/Jual?

Senin, 22 Juni 2026 | 04:20 WIB
Khusus Hari Ini, Emiten BUMN Batubara Ini Punya Dividen Rp 114/Saham, Beli/Jual?

ILUSTRASI. Khusus Hari Ini, Emiten BUMN Batubara Ini Punya Dividen Rp 114/Saham, Beli/Jual?


Reporter: Dimas Andi  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pembagian dividen perusahaan tambang milik negara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memasuki tahap cum date hari ini, Senin 22 Juni 2026. Apakah saham badan usaha milik negara (BUMN) yang mengandung dividen Rp 11.400 per lot ini layak dibeli?

Cum dividen date adalah periode akhir suatu saham mengandung hak pembayaran dividen. Investor yang membeli saham sebelum cum diviiden date berakhir dan menyimpannya hingga tanggal pencatatan (recording date) akan mendapat jatah pembayaran dividen.

Diberitakan sebelumnya, perusahaan tambang batubara ini bakal membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 1,32 triliun. Angka ini mewakili 45% dari total laba bersih PTBA pada tahun 2025 yang berjumlah Rp 2,93 triliun.

Hal ini juga menandai berkurangnya dividend payout ratio (DPR) PTBA dibandingkan tahun 2024 lalu yang ada di level 75%. 

Adapun sisa laba bersih sebesar Rp 1,61 triliun atau 55% ditetapkan sebagai saldo laba ditahan guna mendukung pengembangan usaha dan menjaga keberlanjutan bisnis PTBA.

Baca Juga: IPO Jio Platforms Siap Pecahkan Rekor India, Apa yang Perlu Diketahui Investor?

Dengan keputusan tersebut, para pemegang saham PTBA akan menerima dividen tunai dengan nominal Rp 114 per saham atau Rp 11.400 per lot sebelum dipotong pajak.

Pembagian dividen ini semakin menarik karena harga saham PTBA dalam tren melemah menjelang cum dividen date. Pada perdagangan Jumat 19 Juni 2026, harga saham PTBA ditutup di Rp 2.530 turun 50 poin atau 1,94% secara harian. 

Selama perdagangan 30 hari terakhir, harga saham PTBA tersebut terakumulasi melemah 180 poin atau 6,64%.

Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno mengatakan, seluruh keputusan yang dihasilkan dalam RUPST mencerminkan komitmen perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara pemberian nilai tambah kepada pemegang saham, penguatan struktur permodalan, dan keberlanjutan pengembangan usaha.

"Di tengah dinamika industri pertambangan dan energi, PTBA terus berupaya menjaga kinerja operasional yang optimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat hilirisasi batu bara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ungkap Eko dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026). 

Tonton: Minyak Brent Turun ke US$ 79 per Barel, Israel-Hezbollah Sepakat Gencatan Senjata

Jadwal pembagian dividen PTBA:  

Berikut jadwal lengkap pembagian dividen saham PTBA:

- Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 22 Juni 2026. 

- Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 23 Juni 2026. 

- Cum dividen pasar tunai pada 24 Juni 2026.

- Ex dividen pasar tunai pada 25 Juni 2026. 

- Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 24 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. 

- Pembayaran dividen dilakukan pada 10 Juli 2026.

Tonton: BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75%, Begini Proyeksi Rupiah Sampai Akhir Tahun

Rekomendasi Saham PTBA

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, penurunan DPR dari PTBA dapat menjadi sorotan bagi sebagian investor, terutama yang memang menjadi pemburu dividen.

Namun, penurunan DPR tersebut perlu dilihat secara komprehensif, karena keputusan ini mencerminkan komitmen manajemen PTBA untuk menjaga kekuatan arus kas perusahaan di tengah kebutuhan investasi dan pengembangan bisnis secara jangka panjang.

“Investor harus bisa melihat ini sebagai peluang investasi jangka panjang, karena perusahaan berkomitmen menjaga keberlanjutan bisnis,” kata dia, Kamis (11/6).

Meski mengalami penurunan DPR, yield dividen yang ditawarkan PTBA sebenarnya masih tergolong kompetitif dibandingkan emiten-emiten batubara lainnya.

 

 

 

 

Lebih lanjut, prospek kinerja PTBA dinilai masih cukup stabil dengan potensi pertumbuhan yang moderat pada 2026. Salah satu keunggulan utama PTBA adalah porsi penjualan batubara yang cukup tinggi di pasar domestik.

Penjualan ke pasar dalam negeri dapat menjadi penyangga kinerja PTBA ketika permintaan ekspor mengalami tekanan akibat perlambatan ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, hingga risiko perubahan regulasi.

Selain itu, PTBA juga memiliki modal berharga berupa struktur biaya produksi yang relatif lebih efisien dibandingkan sejumlah kompetitor di sektor yang sama.

Hal ini didukung oleh integrasi infrastruktur yang dimiliki PTBA, termasuk jaringan kereta api untuk pengangkutan batubara dan dermaga bongkar muat batubara.

“Efisiensi operasional akan menjadi kunci utama pertumbuhan PTBA di sisa tahun 2026,” imbuh dia.

Nafan merekomendasikan beli saham PTBA dengan target harga di level Rp 3.670 per saham.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyampaikan, dari sisi teknikal, pergerakan saham PTBA masih berada di fase downtrend dan disertai munculnya tekanan jual.

Pergerakan PTBA belum mampu menembus MA20. Indikator MACD masih melandai di area negatif dengan Stochastic yang rawan deadcross di area netral. 

Dia menyarankan wait and see saham PTBA dengan support di level Rp 2.560 per saham dan resistance di level Rp 2.690 per saham.



 

Mati Lampu Bergilir di Pulau Jawa Ternyata Dipicu Masalah Pasokan Batubara, dan Kerusakan Teknis

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru