IPO Jio Platforms Siap Pecahkan Rekor India, Apa yang Perlu Diketahui Investor?

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:30 WIB
IPO Jio Platforms Siap Pecahkan Rekor India, Apa yang Perlu Diketahui Investor?

ILUSTRASI. Ekonomi India Rupee (REUTERS/Francis Mascarenhas)


Sumber: Reuters  | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Jio Platforms, perusahaan teknologi dan digital milik miliarder India Mukesh Ambani, tengah menjadi sorotan setelah menyetujui rencana penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Mumbai.

Mengutip Reuters, target penghimpunan dana dari IPO ini mencapai sekitar 360 miliar rupee India atau setara US$3,8 miliar. Aksi korporasi ini berpotensi menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah pasar modal India.

Bagi investor, IPO Jio Platforms menjadi cerminan perkembangan ekonomi digital India yang dalam beberapa tahun terakhir tumbuh pesat. 

Baca Juga: Wall Street Temukan Formula Baru untuk Menangani IPO Raksasa

Mengenal Jio Platforms

Jio Platforms merupakan anak usaha dari Reliance Industries, konglomerasi terbesar di India yang memiliki bisnis mulai dari energi, petrokimia, ritel hingga teknologi digital.

Aset utama perusahaan ini adalah Reliance Jio Infocomm, operator telekomunikasi dengan sekitar 500 juta pelanggan.

Jumlah tersebut menjadikan Jio sebagai salah satu operator seluler terbesar di dunia dan pemain dominan di pasar telekomunikasi India.

Perusahaan juga mengembangkan berbagai layanan digital, termasuk cloud computing, solusi jaringan perusahaan, pusat data, layanan kecerdasan buatan, hingga ekosistem digital yang mendukung transformasi teknologi di India.

Dominasi Jio di sektor internet juga terlihat dari pangsa lalu lintas data yang mencapai sekitar 60% di India. Posisi ini memberikan fondasi kuat bagi pertumbuhan bisnis digital perusahaan dalam jangka panjang.

Baca Juga: SK Hynix Akhirnya Pilih Nasdaq untuk IPO AS, Ternyata Ini Alasannya

Mengapa IPO Jio Platforms Menarik bagi Investor?

IPO Jio Platforms dipandang penting karena memberikan kesempatan bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap pertumbuhan ekonomi digital India melalui salah satu perusahaan teknologi terbesar di negara tersebut.

Biaya layanan data yang relatif murah serta populasi muda yang sangat akrab dengan teknologi menjadi faktor pendukung utama pertumbuhan sektor digital.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak investor global menempatkan India sebagai salah satu pasar teknologi dengan prospek jangka panjang paling menarik di dunia.

Tren tersebut tercermin dari masuknya sejumlah investor besar ke Jio Platforms pada 2020.

Saat itu, perusahaan berhasil mengumpulkan dana dari berbagai investor internasional, termasuk Meta, Google milik Alphabet, dan Vista Equity Partners. Investasi tersebut sekaligus menjadi validasi terhadap potensi pertumbuhan bisnis digital yang dimiliki Jio.

Baca Juga: China Bersiap Sambut Tren IPO Antariksa Usai Rekor SpaceX

Valuasi dan Potensi Penciptaan Nilai

Meski detail final IPO masih dapat berubah, target penghimpunan dana sekitar US$3,8 miliar menunjukkan skala besar dari penawaran saham ini.

Lembaga keuangan Jefferies sebelumnya pernah memperkirakan valuasi Jio Platforms mencapai sekitar US$180 miliar. 

Jika angka tersebut mendekati valuasi saat IPO, maka Jio akan masuk dalam jajaran perusahaan teknologi paling bernilai di Asia.

Bagi Reliance Industries, IPO juga berfungsi sebagai langkah untuk membuka nilai (unlock value) dari bisnis digital yang selama ini berada di bawah struktur konglomerasi perusahaan induk.

Dalam pertemuan pemegang saham, Mukesh Ambani bahkan menyebut IPO Jio sebagai salah satu tonggak penciptaan nilai paling penting bagi grup Reliance.

Baca Juga: Konflik Iran Bikin Investor Mulai Tinggalkan Obligasi? Ini Penjelasan Analis

Siapa Mukesh Ambani?

Di balik Jio Platforms terdapat nama Mukesh Ambani, pengusaha yang secara konsisten masuk dalam daftar orang terkaya di Asia dan dunia.

Ambani merupakan Chairman dan Managing Director Reliance Industries, perusahaan yang didirikan oleh ayahnya, Dhirubhai Ambani.

Di bawah kepemimpinannya, Reliance bertransformasi dari perusahaan yang berfokus pada energi dan petrokimia menjadi konglomerasi modern dengan bisnis ritel dan teknologi digital yang sangat besar.

Peluncuran Reliance Jio pada 2016 menjadi salah satu langkah paling revolusioner dalam karier Ambani. 

Dengan menawarkan layanan data berbiaya rendah, Jio berhasil mengubah lanskap industri telekomunikasi India dan mempercepat adopsi internet di negara tersebut.

Baca Juga: Apa Risiko IPO SpaceX? Investor Veteran Jim Chanos Beri Peringatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru