KONTAN.CO.ID - Simak profil calon emiten baru PRDL yang segera IPO. PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di sektor kesehatan, khususnya sebagai produsen alat kesehatan diagnostik atau In Vitro Diagnostic (IVD) di Indonesia.
Melalui IPO ini, PRDL menawarkan sebanyak 522,9 juta saham baru atau setara Rp62,74 miliar. Saham tersebut setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Pada masa book building yang berlangsung 18-23 Juni 2026, Perseroan menetapkan kisaran harga penawaran sebesar Rp100-Rp120 per saham.
Baca Juga: Saham GIAA Tercatat ARA: Cek Profil Emiten, Lini Usaha, hingga Kinerjanya
Profil Singkat PRDL
PT Prodia Diagnostic Line Tbk didirikan pada tahun 2010 dan dikenal sebagai salah satu pionir produsen reagen dan instrumen diagnostik IVD dalam negeri.
Perseroan memiliki keterkaitan dengan ekosistem bisnis Prodia yang telah lama dikenal di industri layanan laboratorium kesehatan Indonesia.
PRDL fokus menyediakan produk dan layanan diagnostik medis untuk rumah sakit, laboratorium klinik, fasilitas kesehatan pemerintah, klinik swasta, hingga institusi penelitian.
Baca Juga: ADMF Bagi Dividen Rp630, Intip Profil Emiten dari Lini Usaha hingga Kinerjanya
Lini Usaha PRDL
Kegiatan usaha utama PRDL adalah memproduksi dan merakit alat kesehatan diagnostik yang digunakan untuk pemeriksaan laboratorium medis.
Produk dan layanan Perseroan terbagi dalam empat kategori utama, yakni:
1. Kimia Klinik (Clinical Chemistry)
Produk reagen dan instrumen untuk pemeriksaan berbagai parameter kesehatan seperti fungsi hati, ginjal, kolesterol, gula darah, dan lainnya.
2. Hematologi
Alat dan reagen untuk pemeriksaan darah lengkap, termasuk analisis sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
3. Imunologi dan Biomolekular
Produk diagnostik untuk mendeteksi penyakit infeksi, gangguan imun, serta pemeriksaan berbasis teknologi molekuler.
4. Instrumen Laboratorium
Mencakup alat analisis laboratorium, instrumen diagnostik, inkubator laboratorium, serta berbagai perangkat pendukung pemeriksaan medis.
Selain manufaktur alat kesehatan, PRDL juga menjalankan bisnis:
- Perdagangan besar alat laboratorium dan alat kesehatan.
- Jasa kalibrasi alat kesehatan.
- Pengujian dan inspeksi sarana kesehatan.
- Jasa pemeliharaan alat kesehatan.
Baca Juga: Segera Listing di BEI, Cek Profil Saham WBSA dari Lini Usaha hingga Kinerjanya
Memiliki Lebih dari 1.000 Produk
Perseroan memproduksi dan merakit produk dengan merek sendiri, merek distributor, maupun merek prinsipal. Saat ini PRDL memiliki sekitar 1.083 SKU aktif yang dipasarkan ke berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia.
Jaringan distribusi Perseroan telah menjangkau 370 kabupaten/kota dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia yang tersebar di 38 provinsi.
PRDL juga melayani sekitar 7.611 pengguna akhir (end user) yang berasal dari sektor pemerintah maupun swasta.
Potensi Bisnis
Industri alat kesehatan nasional masih memiliki peluang pertumbuhan yang besar. Selama ini Indonesia masih bergantung pada produk impor untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan dan diagnostik.
Kehadiran PRDL sebagai produsen lokal memberikan peluang untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan penggunaan produk alat kesehatan dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan impor.
Selain itu, kebutuhan layanan diagnostik terus meningkat seiring pertumbuhan rumah sakit, laboratorium klinik, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan preventif.
Baca Juga: Profil LPPF: Dividen Rp250 Disetujui, Intip Lini Usaha hingga Kinerja Terbarunya
Kinerja Keuangan
Melansir data prospektus BEI milik PRDL, PT Prodia Diagnostic Line Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja yang cukup solid pada tahun 2025. Pendapatan Perseroan naik 26,8% menjadi Rp 74,37 miliar, dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 58,66 miliar. Seiring peningkatan penjualan, laba bruto juga tumbuh 31,3% menjadi Rp 45,35 miliar dari sebelumnya Rp 34,54 miliar.
Dari sisi profitabilitas, laba usaha meningkat 60% menjadi Rp 24,36 miliar, dibandingkan Rp 15,23 miliar pada tahun 2024. Sementara itu, laba bersih tahun berjalan melonjak 69,9% menjadi Rp 16,99 miliar, dari Rp 10 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan laba ini turut mendorong laba per saham (EPS) naik dari Rp 8,19 menjadi Rp 13,93 per saham.
Pada neraca keuangan, total aset PRDL meningkat 5,6% menjadi Rp 194,43 miliar per akhir 2025, dibandingkan Rp 184,08 miliar pada akhir 2024.
Pertumbuhan aset terutama didorong oleh peningkatan aset tetap yang naik dari Rp 107,07 miliar menjadi Rp 135,01 miliar, mencerminkan ekspansi kapasitas usaha dan investasi operasional.
Di sisi lain, total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp 111,37 miliar dari Rp 117,90 miliar pada 2024. Penurunan utang tersebut berdampak positif pada penguatan struktur permodalan Perseroan. Total ekuitas meningkat signifikan 25,5% menjadi Rp 83,06 miliar, dibandingkan Rp 66,18 miliar pada tahun sebelumnya.
Itulah informasi mengenai profil emiten baru PRDL yang segera IPO.
Tonton: Pemerintah Tegaskan MBG Tak Bisa dihentikan, Ini Alasannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News