Profil Saham DADA: Emiten Properti yang Bangkit dari Zona Gocap

Rabu, 07 Januari 2026 | 15:44 WIB
Profil Saham DADA: Emiten Properti yang Bangkit dari Zona Gocap

ILUSTRASI. Apartemen yang dikembangkan Diamond Citra Propertindo (Dok/DADA)


Penulis: Bimo Kresnomurti  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil saham DADA yang bangkit dari harga Rp50. PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) merupakan emiten properti yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2020 dengan fokus pada pengembangan hunian berkualitas di kawasan perkotaan.

Per Rabu 7 Januari 2026, tercatat saham DADA mengalami kebangkitan dengan kenaikan harga yang signifikan.

Tercatat pada papan BEI, saham DADA alami kenaikan hingga 20% pada sesi II, bahkan sempat alami Auto Reject Atas (ARA) di sesi pertama Rabu (7/1).

Lalu, seperti apa profil saham DADA dan keuangan perusahaan? Cek informasi menarik berikut ini.

Baca Juga: Apa Saja Saham Nikel yang Terdaftar di BEI? Ini 10 Daftarnya

Profil Emiten DADA

Melansir dari laman BEI, Perusahaan ini didirikan pada 29 Desember 2014 sebagai wujud komitmen dalam menghadirkan properti eksklusif, meskipun fondasi bisnisnya telah dibangun sejak 2005 melalui berbagai proyek residensial.

Berbasis di Depok, Jawa Barat, DADA dikenal dengan konsep desain modern, inovatif, serta strategi kemitraan yang kuat, sehingga menempatkannya sebagai pemain properti skala menengah yang berkembang di tengah pemulihan sektor real estate pasca-pandemi.

DADA merupakan anak usaha PT Karya Permata Inovasi Indonesia dan telah menyelesaikan lebih dari 20 proyek perumahan, dua kompleks ruko, serta berbagai bangunan bertingkat dan non-bertingkat.

Kantor pusat perusahaan berlokasi di Dave Apartment Tower, Kota Depok, Jawa Barat.

Baca Juga: Akan Diakusisisi Investor China, Harga Saham KOKA Mendaki Sejak Awal 2026

PT Diamond Citra Propertindo Tbk memulai kiprahnya sebagai pengembang properti sejak 2005 dan secara resmi berdiri pada 2014 untuk memperkuat struktur usaha.

Sejumlah tonggak penting perusahaan antara lain pembangunan Diamond Amara Avenue (DAVE) Apartment pada 2015, Apple 1 Residence pada 2017, serta ekspansi proyek River 8 dan Prime Home pada 2018.

Pada 2019, DADA mengakuisisi mayoritas saham PT Arba Propertindo dan mengembangkan proyek lanjutan seperti Puri at Kemang dan Apple 3 Condovilla.

Pencatatan saham di BEI pada 2020 serta aksi korporasi lanjutan menjadi bagian dari strategi pendanaan ekspansi jangka panjang perusahaan.

Baca Juga: Meroket Hampir 100% Sebulan, Apakah Saham BUMI Layak Beli atau Jual?

Usaha dan Aktivitas Bisnis

Kegiatan utama DADA bergerak di bidang pengembangan real estate, dengan fokus pada segmen apartemen dan investasi properti.

Proyek yang dikembangkan meliputi apartemen, condovilla, landed house, serta kawasan perumahan dengan konsep modern dan eksklusif.

Strategi bisnis perusahaan mencakup akuisisi lahan untuk memperluas portofolio proyek, khususnya di wilayah Jabodetabek, serta menjalin kerja sama dengan kontraktor dan pemasok untuk menjaga kualitas pembangunan.

Pada 2025, DADA juga mulai menjajaki kerja sama strategis dengan investor guna mendukung pengembangan proyek-proyek baru di Depok dan Jakarta.

Baca Juga: Apa Itu Bull Market & Bear Market dalam Pasar Modal? Ini Ciri-cirinya

Direksi dan Manajemen

Manajemen PT Diamond Citra Propertindo Tbk didukung oleh jajaran profesional berpengalaman di sektor properti. Dewan Komisaris dipimpin oleh Anisah sebagai Komisaris Utama, didampingi Tjandra Tjokrodiponto sebagai Komisaris, serta Iwan Gunarwan Baroto sebagai Komisaris Independen.

Sementara itu, jajaran Direksi dipimpin oleh Adam Balfagih sebagai Direktur Utama, dengan Bayu Setiawan sebagai Direktur.

Posisi Sekretaris Perusahaan dijabat oleh Muhammad Reza atau Lucky Kurniati sejak 2025. Tim manajemen ini berperan penting dalam menjaga tata kelola perusahaan sekaligus mendorong ekspansi bisnis yang berkelanjutan.

Baca Juga: Saham Bank Blue Chip Tertekan di Awal 2026, Waktunya Akumulasi atau Jual?

Kinerja Keuangan 2025

Sepanjang 2025, kinerja keuangan DADA menunjukkan dinamika yang fluktuatif namun tetap positif di tengah tantangan industri properti.

Laporan Keuangan Q3 2025, pendapatan tercatat sebesar Rp3,66 miliar, meningkat sekitar 16,8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Laba bersih juga menunjukkan perbaikan, dengan capaian kumulatif hingga kuartal III sekitar Rp853 juta.

Perbaikan kinerja ini mencerminkan mulai pulihnya penjualan proyek serta efektivitas strategi pengelolaan biaya yang diterapkan perusahaan.

Tonton: Retret Kabinet, Prabowo Bicara Soal Swasembada Beras hingga Pihak yang Nyinyir

Selanjutnya: Janji Prabowo: Seluruh Desa Bakal Terima MBG pada Tahun Ini

Menarik Dibaca: 5 Olahraga untuk Mengencangkan Payudara Kendur, Bisa Dilakukan di Rumah!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru