Perubahan Pengendali FAPA: Cek Profil, Lini Usaha, hingga Kinerja Emiten Sawit

Jumat, 27 Maret 2026 | 11:32 WIB
Perubahan Pengendali FAPA: Cek Profil, Lini Usaha, hingga Kinerja Emiten Sawit

ILUSTRASI. Investor ritel mengamati IHSG lewat gawainya yang Ditutup Melemah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI  | Editor: Bimo Kresnomurti

KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten FAPA yang menjadi sorotan investor retail. PT FAP Agri Tbk (IDX: FAPA) menyampaikan laporan informasi atau fakta material terkait perubahan pemegang saham pengendali tanpa mengubah pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner).

Mengacu pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 26 Maret 2026, langkah ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan POJK No. 31/POJK.04/2015 tentang keterbukaan informasi atau fakta material oleh emiten.

Terjadi pengambilalihan 2.878.633.330 lembar saham atau setara dengan 79,31% dari total saham disetor. Hal ini terjadi dari: Prinsep Management Ltd kepada PT Prinsep Indo HLD.

Baca Juga: TOWR Buyback Saham Rp300 Miliar, Cek Profil, Lini Usaha, hingga Kinerjanya

Dengan selesainya transaksi tersebut, maka kepemilikan mayoritas sebesar 79,31% kini dipegang oleh PT Prinsep Indo HLD. Terjadi perubahan pemegang saham pengendali dari Prinsep Management Ltd ke PT Prinsep Indo HLD.

Sebagai anak perusahaan, kebijakan ini tidak mengubah ultimate beneficial owner (masih grup yang sama).

Saat ini harga saham FAPA tercatat 6.775,00 atau naik 300,00 (4,63%) pada pekan ini.

Lalu, seperti apa profil dari emiten sawit ini? Cek informasi menarik selengkapnya.

Baca Juga: Profil Emiten EXCL: Direktur Borong Saham, Cek Kembali Lini Usaha hingga Kinerjanya

Kegiatan Utama

PT FAP Agri Tbk (FAPA) adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit terintegrasi yang fokus pada produksi minyak sawit berkelanjutan di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada 1994 dan mulai beroperasi secara komersial pada 2008.

Emiten FAPA resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2021.

FAPA beroperasi sebagai holding yang mengelola bisnis melalui anak usaha, dengan fokus:

  • Perkebunan kelapa sawit
  • Produksi crude palm oil (CPO)
  • Produksi palm kernel (inti sawit)
  • Pengelolaan kebun plasma (kemitraan masyarakat)

Area operasional utama berada di:

  • Riau
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara.

Baca Juga: AMMN Sempat Naik saat IHSG Merah: Kenali Profil, Lini Usaha, dan Kinerja Emiten

Lini Usaha

Secara lebih rinci, lini bisnis FAPA meliputi:

1. Perkebunan Sawit (Upstream)

Pengelolaan lahan >80.000 hektare dan kebun inti dan plasma

2. Pengolahan (Downstream awal)

5 pabrik kelapa sawit (PKS) dan kapasitas sekitar 285 ton/jam beserta 1 pabrik kernel (inti sawit)

3. Kemitraan Plasma

Kerja sama dengan koperasi dan petani dan sumber tambahan pasokan TBS (tandan buah segar).

Model bisnis FAPA masih dominan di sisi hulu (upstream), belum banyak masuk ke produk turunan hilir seperti oleokimia.

Baca Juga: Profil Emiten FUTR yang Turun 43% Sebulan, Ini Lini Usaha hingga Kinerjanya

Susunan petinggi

Direksi

Nama Posisi Terafiliasi
Ricky Tjandra Direktur Utama Ya
Henryzal M. Panjaitan Direktur Ya

Komisaris

Nama Posisi Independen
Donny Komisaris Utama Tidak
Muhamad Salim Komisaris Ya

Baca Juga: Saham PART Meroket 100% Sebulan: Cek Profil dari Lini Bisnis hingga Kinerjanya

Kinerja Keuangan

Melansir laman BEI, PT FAP Agri Tbk (FAPA) membukukan laba bersih pada Q3 2025 sebesar Rp 732,3 miliar. Naik bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 sebesar Rp 283,9 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp 203,41 per lembar.

FAPA mencatatkan kinerja keuangan yang cukup solid hingga periode tersebut, dengan pendapatan (revenue) mencapai Rp5.328,6 miliar.

Dari sisi profitabilitas, perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp1.581,0 miliar dan EBITDA sebesar Rp1.658,3 miliar.

Sementara itu, laba bersih (net profit) dapat mencerminkan perbaikan kinerja di tengah dinamika industri kelapa sawit.

Tonton: Iran Pasang Tarif di Selat Hormuz, Kapal Harus Bayar Rp30 Miliar! Dunia Panik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru